fbpx
Kesehatan

Jangan Salah Sebut, Ini Perbedaan Disabilitas dan Difabel

ENERGIBANGSA.ID–Sering kita mendengar istilah difabel dan disabilitas. Sebenarnya apa artinya itu? Adakah perbedaan diantara keduanya?

Melansir dari Wikipedia.org, ternyata istilah difabel dan disabilitas memiliki makna yang agak berlainan. Difabel (different ability) atau kemampuan berbeda.

Diartikan, sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas yang berbeda dibanding orang kebanyakan.

Difabel belum tentu berarti “cacat”, mereka tetap bisa melakukan aktivitas sebagaimana kebanyakan orang akan tetapi dengan sedikit berbeda.

Sedangkan disabilitas (disability) diartikan sebagai seseorang yang belum mampu berkontribusi dengan lingkungan sekitarnya.

Keterbatasan aktivitas

Difabel dan disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, serta pembatasan partisipasi. Keterbatasan ini dapat bersifat fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional, atau beberapa kombinasi dari itu.

Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya. Suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan.

Sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan.

Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, penyandang cacat dapat dikategorikan menjadi tiga:

1.Penyandang Cacat Fisik

Penyandang cacat fisik mengalami gangguan pada fungsi tubuh. Antara lain gerak tubuh, penglihatan, pendengaran, serta kemampuan berbicara.

Cacat fisik antara lain: cacat kaki, cacat punggung, cacat tangan, cacat netra (penglihatan), cacat leher, cacat rasa, dan lainnya.

Adapun tunadaksa atau cacat tubuh berasal dari kata ‘tuna’ yang berarti kurang. Dan ‘daksa’ yang berarti tubuh. Jadi, tuna daksa ditujukan bagi mereka yang memiliki anggota tubuh tidak sempurna.

Menurut Reefani (2013:17), penyandang disabilitas fisik atau kelainan fisik terdiri dari:

  • Kelainan Tubuh (Tunadaksa). Tuna daksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular.

Dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan (kehilangan organ tubuh), polio dan lumpuh.

  • Kelainan Indera Penglihatan (Tunanetra). Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan.

Tunanetra dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan yaitu: buta total (blind) dan low vision.

  • Kelainan Pendengaran (Tunarungu). Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen.

Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara.

  • Kelainan Bicara (Tunawicara). Tunawicara adalah seseorang yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikiran melalui bahasa verbal.

Sehingga sulit bahkan tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Kelainan bicara ini dapat dimengerti oleh orang lain.

Kelainan bicara ini dapat bersifat fungsional di mana kemungkinan disebabkan karena ketunarunguan.

Serta, organik yang memang disebabkan adanya ketidaksempurnaan organ bicara maupun adanya gangguan pada organ motorik yang berkaitan dengan bicara.

2.Penyandang Cacat Mental

Cacat mental merupakan kelainan mental atau tingkah laku. Seperti retardaksi mental, gangguan psikiatrik fungsional, alkoholisme, epilepsi. Serta gangguan mental organik.

Disabilitas mental atau kelainan mental terdiri dari:

  • Mental tinggi. Penyandang ini sering dikenal sebagai orang berbakat intelektual. Selain kemampuan intelektualnya yang di atas rata-rata, ia juga memiliki tanggung jawab terhadap tugas.
  • Mental rendah. Kebalikan dari mental tinggi, penyandang disabilitas mental rendah memiliki IQ (Intelligence Quotient)  di bawah rata-rata.

Dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu anak lamban belajar (slow learnes) yaitu anak yang memiliki IQ (Intelligence Quotient) antara 70-90.

Sedangkan anak yang memiliki IQ (Intelligence Quotient) di bawah 70 dikenal dengan anak berkebutuhan khusus.

3.Penyandang Ganda atau Cacat Fisik dan Mental

Seperti namanya, mereka yang menyandang lebih dari satu jenis keluarbiasaan. Misalnya penyandang tuna netra dengan tuna rungu sekaligus. Penyandang tuna daksa disertai dengan tuna grahita atau bahkan sekaligus. (ara/EB)

Related Articles

Back to top button