fbpx
Ragam Bangsa

Jangan Lewatkan, Fenomena Ini Hadir di Bulan Agustus

ENERGIBANGSA.ID – Fenomena langit adalah salah satu hal yang dinantikan banyak orang setiap tahunnya. Tak heran jika informasi fenomena langit setiap bulannya menarik untuk dinanti.

Buat kamu yang tak sabar menyaksikan fenomena langit bulan Agustus, mari simak dan catat tanggalnya agar tak ketinggalan, ya, sob!

1.Komet Neowise (C/2020 F3): Seminggu pertama Agustus

Di minggu pertama bulan Agustus, sobat energi akan ditemani Komet Neowise yang berperiode sangat panjang sekitar 6.800 tahun yang baru ditemukan pada akhir Maret 2020.

Astronom amatir Marufin Sudibyo menyarankan cara terbaik melihat fenomena langit satu ini ialah dengan menggunakan binokuler atau teleskop kecil atau kamera.

“Masih akan terlihat di langit barat pasca matahari terbenam dalam seminggu pertama Agustus dengan kedudukan yang makin meninggi dari hari ke hari,” tambahnya

2.Konjungsi Bulan dengan Mars: 9 Agustus

Awal Agustus juga dihiasi dengan penampakan planet merah. Pengamat dapat melihat bulan dan mars bersanding pada 9 Agustus 2020.

Kedua benda langit ini akan dapat dilihat pada pukul 22:37 WIB dengan ketinggian 8 derajat di atas cakrawala timur. Bulan dan mars akan mencapai titik tertinggi di langit pada 04:07 WIB dengan ketinggian 79 derajat di atas cakrawala utara, hingga akhirnya menghilang pada pukul 05:48 WIB.

Bulan dan mars akan terpisah sejauh 3 derajat satu sama lain di langit malam dengan penampakan mars seperti bintang terang yang tidak berkelap-kelip.

3.Hujan Meteor Perseids: 12-13 Agustus

Hujan meteor perseids adalah fenomena hujan meteor periodik yang disebabkan persinggungan bumi dengan partikel-partikel debu produk emisi komet Swift Tuttle.

Fenomena ini berlangsung dari 17 Juli hingga 24 Agustus dan diungkapkan Marufin akan mencapai puncaknya pada malam 12-13 Agustus 2020 dengan intensitas 50-75 meteor per jam.

Sebagai fenomena hujan meteor terbaik, hujan meteor perseids ini banyak dinanti. Namun pada 2020 ini kenampakan meteor akan berkurang karena bertepatan dengan fase bulan separuh.

“Namun cahaya bulan kwartir ketiga mungkin akan mengurangi jumlah meteor yang bisa disaksikan,” ujar Marufin.

4.Elongasi Maksimum Venus: 13 Agustus

Venus mengalami elongasi barat maksimum yangembuatnya tampak pada kedudukan paling tinggi di langit fajar atau sebelum matahari terbit. Elongasi barat maksimum, terjadi karena kombinasi orbit bumi mengelilingi matahari dan orbit venus mengelilingi matahari.

Tepat pada saat matahari terbit, venus akan berkedudukan setinggi 45 derajat dan dapat disaksikan sejak 2,5 jam sebelum matahari terbit.

5.Bulan sabit termuda: 19 Agustus

Bulan sabit termuda akan hadir pada tanggal 19 Agustus 2020, sekaligus menjadi penentu bagi awal bulan kalender Muharram (bulan pertama) dalam kalender 1442 Hijriyyah.

Di Indonesia diperhitungkan akan setinggi 2 derajat hingga 3 derajat pada saat matahari terbenam. Institusi seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Lembaga Falakiyah PBNU akan mengamatinya sebagai program rutin. (Dhanti/EB).

Related Articles

Back to top button