fbpx
Lewat ke baris perkakas
Karya Bangsa

“Jambore Hore”, ‘Lagu Kebangsaan’ Para Komunitas

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Reggae turut memeriahkan dunia permusikan tanah air. Genre musik yang berasal dari Jamaika ini sangat identik dengan rambut gimbal ala Bob Marley-nya.

Salah satu musisi regge yang dikenal asal Semarang ialah Lookman and Jawaica. Band reggae asal Semarang ini digawangi oleh Lukmansyah (vokalis), Sahili (drum), Ryan (keyboard), Pintjuk (perkusi), Tim keroncong Agung (cuk), Heri (cak), Noto (cello), Ganang (Biola) Brindil (jimbe) dan Agus (bass). 

Band yang telah terbentuk sejak tahun 2008 ini telah memproduksi segudang lagu. Liriknya juga mengandung pesan-pesan positif bagi pendengarnya. Seperti lagu yang baru saja ia produksi berjudul “Jambore Hore” yang ditujukan bagi komunitas.

“Lagu ini (Jambore Hore) bercerita tentang kisah dan keseruan dari berbagai macam komunitas seperti komunitas motor atau mobil yang mengadakan jambore atau perkumpulan,” jelasnya saat ditemui tim energibangsa.id di Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, Jumat, 11 September 2020.

Kejadian lucu juga menghiasi proses pembuatan lagu “Jambore Hore”. Lukman mengaku ia lupa jika ternyata sebelumnya sudah pernah menulis lagu ini.

“Jadi tiga bulan yang lalu saya menulis lagu ini. Lalu saya sadar kayaknya saya pernah nulis. Terus saya cek buku saya, loh, bener saya sudah nulis ini dari lama,” ujarnya.

Saat ditemui, Lukman dan tim sedang mempersiapkan untuk pembuatan video klip lagu Jambore Hore dan mengajak beberapa komunitas untuk turut andil dalam video klipnya.

“Lagu saya beragam, nggak pure reggae aja. Kadang pop-reggae, blouse-reggae, dicampur juga dengan musik tradisional. Ya, biar nggak bosen aja pendengar,” jelas keponakan Tony Q Rastafara, musisi reggae Indonesia.

Ia juga mengaku mendukung musisi-musisi lain yang juga mengakulturasi musik dan mengkolaborasikannya dengan musik-musik tradisional di Indonesia.

“Akulturasi musik reggae itu baik, bisa menjadi identitas. Menunjukkan bahwa ini (reggae) dari Indonesia,” lanjutnya.

Sebagai band indie, dalam memasarkannya lagunya juga dilakukan secara mandiri. Karya-karyanya dapat dinikmati di Spotify, Joox, iTunes, Deezer, Amazon.com, dan berbagai macam media sosial lainnya.

Lukman berharap, lagu-lagunya dapat dinikmati oleh pendengarnya dan pesan yang ingin disampaikan dapat tersalurkan dengan baik ke telinga pendengar.

“Semoga kedepannya lagu “Jambore Hore” bisa jadi ‘lagu kebangsaan’ bagi komunitas-komunitas yang berkumpul,” harap Lukman.

(Annisaa/EB).

Related Articles

Back to top button