fbpx
Kabar Daerah

Jalin Solidaritas Umat Beragama, Kesbangpol Jateng Gelar Kegiatan Rukun Guyub Merawat Keberagamaan dan Keragaman

SEMARANG, energibangsa.id—Indonesia saat ini kembali menghadapi ancaman serius. Betapa tidak, ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret 2021, menjadi  bukti nyata.

Dua orang pelaku dikabarkan tewas. Namun, ledakan melukai sedikitnya 19 orang. Saat ini, 15 orang tercatat masih dirawat di rumah sakit.

Tak berselang lama, Mabes Polri diteror aksi lone wolf seorang perempuan bersenjata api.

Fenomena tersebut menggambarkan keprihatinan serta duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

Langkah antisipatif

Sebagai langkah konkrit, jajaran intelijen Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro menggencarkan monitoring, memantau tempat ibadah, wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat keramaian lainnya.

FKUB Jawa Tengah bersama dengan FKUB kabupaten/ kota, majelis agama dan komponen kerukunan dan lintas agama se-Jawa Tengah juga telah bergerak.

Dalam meningkatkan kewaspadaan serta membangun solidaritas seluruh komponen umat beragama, Badan Kesbangpol Jateng  menggelar dialog bersama Kesbangpol Kabupaten/ Kota, Kemenag Jateng, FKUB Provinsi dan kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah.

Acara bertajuk “Rukun Guyub Merawat Keberagamaan dan Keragaman” itu, bertempat di ruang cendrawasih, Aula Badan kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Jalan Ahmad Yani 160 Semarang.

Sebagai narasumber, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, secara virtual. Lalu, Ketua PGIW Jawa Tengah, serta Keuskupan Agung Semarang.

Ganjar hadir secara langsung

Bertindak sebagai moderator, Ketua FKUB Jateng Taslim Syahlan. Adapun, hadir secara langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memberikan keynote speaker.

Gubernur dalam sambutan menjelaskan, semua agama pada dasarnya baik bagi seluruh pemeluknya, sehingga wajib untuk saling menghormati.

Kuatkan toleransi, kembangkan budi pekerti

“Anak muda harus didorong untuk menguatkan mengembangkan toleransi dan mengembangkan budi pekerti. Kita rancang untuk anak muda lomba vlog, yuk kita kembangkan budi pekerti. Yuk lomba lagu dan dolanan anak anak, dan sebagainya, ” papar Ganjar.

Ganjar juga menegaskan, keamanan masyarakat menjadi hal yang mutlak.

“Pasang semua kamera dan semua sistem, kita kerahkan semua SDM. Agar kita bisa memastikan, melindungi semua warga kita. Mari kita perbanyak cerita kasih sayang dan kemanusiaan, “ tambahnya.

Ganjar juga mengajak untuk saling memperkuat silaturahmi antar umat beragama.

“Besok akan ada acara Jumat Agung dan Minggu, Paskah. Selanjutnya, Ramadhan akan tiba. Maka, perlu kita untuk saling berkunjung. Menebarkan pesan damai dan persaudaraan. Kita bersama sama saling menjaga, “ tegasnya.

Ajak beri contoh kebaikan dan kedamaian

Gubernur yang datang dengan kostum daerah itu juga mengajak masyarakat untuk bergerak, memberikan contoh kebaikan dan kedamaian secara massif.

Ia juga berpesan agar masyarakat tak mudah terprovokasi  fitnah, adu domba, umpatan (hoax).

“Waspada pasca bom Makassar, penyerangan Mabes Polri dan jelang perayaan agama. Itu semua berpotensi merusak hubungan antar pemeluk agama yang sudah terjalin dengan baik, “ tambahnya.

“Kepada seluruh umat beragama jangan takut beribadah. Kita tetap waspada. Beribadahlah seperti biasa, jangan ketakutan, kita akan lawan, hadapi kelompok-kelompok yang melakukan teror, “tandasnya mengakhiri sambutan keynote speaker. (dd)

Related Articles

Back to top button