fbpx
DaerahKabar Indonesia

Jalin Kolaborasi, FE UBY Gelar Bimbingan Teknis Gali Potensi Bisnis untuk BUMDes Kecamatan Simo

ENERGIBANGSA.ID (Boyolali) – Desa di Boyolali terus didorong untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar kemandirian kesejahteraan masyarakat desa meningkat.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Boyolali, H. Dasmadi SE MM, menilai bahwa Bumdes perlu digandeng untuk menggali potensi perekonomian di desa, agar nantinya potensi desa bisa dikembangkan dan dikelola.

Untuk itu, pihaknya pun menginisiasi kerjasama dan kolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Manajemen FE Unwahas, Lembaga Pelatihan Manajemen Karakter, dan PT Energi Bangsa Solusindo dalam mengkampanyekan DesamuDigital.com, dan berbagai pihak lainnya untuk mengembangkan potensi bisnis di BUMDes Boyolali.

Dalam acara bertajuk “Bimtek Manajemen BUMDesa, dalam rangka peningkatan kapasitas dan tata kelola BUMDes se-Kecamatan Simo” itu, hadir beberapa narasumber dari akademisi, trainer, dan praktisi di industri digital.

Sebagai informasi, di Boyolali saat ini, ada sekitar 50 persen dari sebanyak 261 desa se-Boyolali yang sudah membentuk Bumdes. 

“Sebagian desa ada yang masih persiapan dan perencanaan. Penyakit BUMDes itu rata-rata kebanyakan rencana minim eksekusi,” katanya, Selasa (15/9), di aula Kecamatan Simo, Boyolali.

Dalam membentuk Bumdes, lanjutnya, pihak desa harus jeli untuk menggali potensi desa yang dimiliki. Contohnya, Bumdes di Desa Kemasan, Kecamatan Sawit, mengelola pariwisata desa.

Sementara Desa Banyuanyar, Kecamatan Gladagsari, mengelola pengolahan pakan ternak atau konsentrat serta budidaya kopi yang menjadi komoditas pertanian desa setempat. 

Bila tak punya potensi yang menonjol, pemerintah desa mesti kreatif membidik bidang usaha. Di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota misalnya, Pemdes setempat membentuk Bumdes yang mengelola jasa audio.

Lokasinya pun tak di desa setempat, tapi menyewa di wilayah strategis, yakni di sekitaran komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali.

Sejauh ini, keberadaan Bumdes dinilai cukup optimal dalam mendorong kemandirian perekonomian desa. Sebagian Bumdes ada yang sudah berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam anggaran desa.

Agar semakin profesional, lanjut Dasmadi, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan, sehingga tujuan awal pembentukan BUMDes bisa tercapai. 

“nanti kami upayakan bisa bersinergi dengan para pemangku kebijakan di desa, setidaknya nanti dipilih satu atau dua desa sebagai pilot project,” pungkasnya. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button