fbpx
Kabar Daerah

Jalankan Tugas Pengkaderan, IPNU-IPPNU Gelar Lakmud di Gedung MWC NU Weleri

KENDAL, energibangsa.id—Dengan mengusung tema “Meningkatkan Militansi dalam Membentuk Kader yang Loyal dan Kompeten untuk Generasi NU yang Lebih Maju” puluhan kader IPNU-IPPNU Kecamatan Weleri, Kendal digembeleng melalui Latihan Kader Utama (Lakmud).

Pelatihan yang dihelat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Weleri ini berlangsung Jumat – Ahad, 18-21 Desember 2020. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Weleri.

Lakmud juga diikuti oleh 12 peserta IPNU dan 28 peserta IPPNU utusan ranting se-Kecamatan Weleri.

“Dengan adanya Lakmud ini diharapkan kelak akan lahir kader yang sangat loyal dan kompeten karena mereka dididik sejak masih pelajar” ujar Abdul Qodir, Ketua Pelaksana Lakmud

“IPNU dan IPPNU ini merupakan anak paling bontot dalam organisasi NU, walaupun ini saat masa pandemi mereka tidak mengeluh kepada kakaknya Ansor, maupun kepada MWC NU sebagai orangtuanya” ucap Kyai Farikhin, perwakilan dari MWC NU Kecamatan Weleri.

Pintu awal perjuangan

“Kaderisasi adalah pintu awal untuk melangkah dan berjuang di IPNU-IPPNU. Dalam jenjang kaderisasi di tingkat PAC, IPNU-IPPNU memiliki pelatihan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud) dan kemudian di tingkat PC IPNU-IPPNU ada Latihan Kader Utama (Lakut)” ujar Tri Farid Khan, Ketua PAC IPNU Weleri.

“Sebenarnya seluruh peserta sudah berkualitas, loyal, dan militan. Sehingga kegiatan Lakmud ini bertujuan untuk lebih meningkatkan tiga hal tersebut. Ini merupakan progam kerja di akhir masa periode kami. Diharapkan kelak lahir kader yang lebih baik dari kami”, imbuhnya.

Selama kegiatan Lakmud, seluruh peserta diberikan berbagai materi tentang Aswaja dan Tradisi Amaliyah NU, Ke-IPNU/IPPNU-an, Keindonesiaan.

Di bidang penguatan organisasi, peserta juga disuguhkan materi Manajemen Organisasi, Leadership, Administrasi IPNU IPPNU, Teknik Diskusi, Rapat, dan Persidangan, Komunikasi dan Kerjasama, Scientific Problem Solving dan Networking & Lobbying.

Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan dengan cuci tangan jaga jarak dan memakai masker. Panitia juga membatasi jumlah peserta yakni hanya 20 persen  dari kapasitas ruangan. (firdaus kurniawan)

Related Articles

Back to top button