Kabar IndonesiaNasionalRagam Bangsa

Jakarta Bisa Adopsi, Jurus-Jurus Sakti Melawan Polusi

ENERGIBANGSA.ID – Kota Jakarta sedang menjadi sorotan dan perhatian publik. Bukan karena wacana pemindahan Ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan, akan tetapi terkait dengan polusi udara yang menjangkit kota tersebut.

Polusi udara yang melanda Jakarta membuat kualitas udara di kota itu menjadi buruk dan tidak sehat. Bedasarkan pantauan tim energibangsa.id dari laman airvisual.com, pada Rabu (31/7), Kualitas udara Jakarta masih mendapat nilai 155 dengan parameter PM 2.5 serta konsentrasi 63,5 ug/m3 dan juga masih diganjar kategori tidak sehat.

Hal ini membuat Jakarta menjadi salah satu kota yang kondisi udaranya paling buruk dalam beberapa waktu terakhir.

Apalagi saat ini musim kemarau sedang melanda Indonesia. Hal ini diyakini memperparah polusi udara yang ada di Jakarta.

Perhatian dan Penanganan khusus dan serius harus segara diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut dan atau selesai dengan sendirinya.

Sebab jika tidak segera mendapat penanganan khusus dan serius, kondisi tersebut akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan masyarakat di Jakarta

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sendiri, saat berita ini ditulis,telah menyebutkan terjadi tren peningkatan untuk penderita ISPA di Jakarta sepanjang tahun 2016-2018.

Faktor penentu, menurut Dinkes, penyebab tersebut di daerah perkotaan biasanya dikarenakan polusi udara.

Lebih dari itu, kualitas udara yang buruk diperkirakan juga akan berdampak pada kondisi keuangan dan merugikan banyak pihak.

Serupa dengan Jakarta beberapa negara di belahan dunia pernah mengalami permasalahan yang sama dengan Jakarta saat ini

Namun mereka mempunyai jurus-jurus sakti, jitu nan ampuh untuk menekan dan memerangi masalah polusi udara di tempatnya.

Jakarta pun bisa meniru jurus-jurus dari beberapa negara di belahan dunia agar dapat menekan polusi udara

Tim energibangsa.id akan memberikan kisah sukses dari para negara di belahan dunia yang mampu memerangi polusi udara dengan berbagai cara mulai dari kebijakan hingga perubahan pola kebiasaan.

Kisah sukses ini dirangkum tim energibangsa.id dari beberapa sumber. Dan berikut adalah Negara-negara di belahan dunia dengan jurus-jurusnya mampu menekan polusi udara :

1. Singapura

Potret Singapura. (dok wajibbaca.com )

Negara pertama yang berhasil memerangi polusi udara ditempatnya datang dari tetangga dekat Jakarta, Singapura.

Sumber utama polusi udara di Singapura adalah emisi dari industri dan kendaraan bermotor. Untuk itu, pemerintah Singapura membuat standar emisi kendaraan bermotor menjadi semakin ketat selama bertahun-tahun.

Standar emisi untuk semua kendaraan diesel baru telah direvisi dari standar Euro IV ke standar Euro V pada 1 Januari 2014. Standar emisi untuk kendaraan bensin direvisi menjadi standar Euro IV mulai 1 April 2014.

Badan Lingkungan Hidup Nasional juga melakukan penegakan hukum secara berkala terhadap kendaraan berasap. Denda dikeluarkan untuk pemilik kendaraan berasap.

Singapura juga menggencarkan transportasi umumnya yang terintegrasi. Bahkan, untuk kendaraan pribadi negara kecil ini menetapkan jalan berbayar untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi.

2. Beijing, China

Potret Jalanan Beijing di siang hari. (dok china-hotels.ws )

Diketahui Beijing menjadi kota yang cukup berpolusi selama beberapa dekade terakhir. Hal ini tidak lepas dari sejarah industrialisasi negaranya yang menyebabkan degradasi pada lingkungannya. 

Pembangunan yang digenjot fokus pada ekspor produk industri menghasilkan polusi besar di seluruh negeri.

Namun kini, kualitas udara ditingkatkan secara drastis dengan mengurangi produksi baja dan listrik tenaga batu bara, dan investasi besar ke tenaga angin dan matahari. 

Pemerintah juga mendesak penduduk untuk melepaskan kompor tungku batu bara di rumah masing-masing.

Para pejabatnya pun beralih menggunakan bensin dan diesel berkualitas tinggi untuk kendaraan, standar emisi mobil yang mulai berlaku pada tahun 2020 akan sebanding dengan standar Eropa dan Amerika.

Pada bulan Maret 2017, pemerintah China secara nasional juga mengumumkan penutupan atau pembatalan 103 pembangkit listrik tenaga batu bara, yang mampu menghasilkan total lebih dari 50 gigawatt daya.

Dikatakan juga, pemerintah akan memangkas kapasitas produksi baja sebanyak 50 juta ton.

3. Seoul, Korea Selatan

Potret Seoul di pagi hari. (dok. depositphotos.com)

Dari 2016 hingga 2018, Senyawa PM2.5 di Seoul menunjukan rata-rata 26 mikrogram/m3. Fakta ini menempatkan Seoul lebih dari dua kali batas normal tahunan WHO.

Ini pun menjadi berita buruk bagi paru-paru warga Seoul karena penelitian telah menemukan bahwa kadar sekitar 10 mikrogram mempengaruhi kesehatan mereka.

Mengatasi hal tersebut, Seoul telah mengembangkan energi terbarukan dalam transportasinya.

Pertama, mereka mengujicobakan program retrofit mesin LPG pada 135 truk pembersih 2,5 ton yang digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengejar emisi yang lebih rendah dari kendaraan diesel. 

Proyek ini diluncurkan oleh kota dan daerah sekitarnya pada tahun 2003. Dari tahun 2005, proyek ini diperluas untuk mencakup bus kota dan kendaraan bisnis, memperkenalkan pemasangan perangkat DPF dan DOC, retrofit mesin LPG, dan penghentian awal pendaftaran kendaraan untuk kendaraan yang gagal memenuhi persyaratan emis

Seoul juga tertarik untuk mendorong penggunaan mobil listrik sebagai solusi mendasar untuk polusi udara, dan telah mendistribusikan mobil ‘hijau’ tersebut sejak 2009.

Bahkan mereka membangun stasiun pengisian daya untuk uji coba penggunaan mobil listrik yang lebih luas. Kota ini adalah pemimpin dalam proyek mobil ‘hijau’, dimulai dengan sepeda listrik, mobil listrik, bus listrik, mobil bertenaga hidrogen, dan lain-lain

4. California, Amerika Serikat

Potret pantai di California, Amerika Serikat. (dok detik.com)

Menurut laporan American Lung Association pada 2017, California Selatan adalah pemimpin dalam polusi udara di antara negara-negara bagian lain, dengan tingkat ozon tertinggi.

Studi menunjukkan bahwa polusi di California membawa beberapa masalah kesehatan, mulai dari asma, kanker paru-paru, komplikasi kelahiran, dan kematian dini. 

Pada tahun 2016, daerah Bakersfield tercatat memiliki tingkat polusi udara tertinggi di antara kota-kota lain di Amerika Serikat.

Di California Selatan, berbagai kebijakan dan program mulai digunakan termasuk mobil listrik, pelistrikan di pelabuhan, bahan bakar bersih untuk truk, kapal dan kereta api, dan pemasangan wajib mesin yang lebih baru dan lebih bersih.

Meskipun peningkatan lalu lintas 38%, peningkatan populasi 30% dan peningkatan aktivitas pelabuhan 160% dari tahun 1994 hingga 2011, kebijakan dan program memerangi polusi udara berhasil menurunkan tingkat polusi secara drastis.

5. Meksiko City, Meksiko

Pusat Kota Meksiko City. (dok Lonely Planet )

Pada tahun 1992, PBB menyatakan Mexico City kota yang paling tercemar di planet ini. Kadar ozon yang tinggi diperkirakan menyebabkan 1.000 kematian dan 35.000 orang dirawat inap setahun.

Meksiko pun bertindak, salah satunya dengan menggantikan mobil tua kota yang memiliki jelaga, memindahkan timah dari bensin, menggunakan gas alam, dan memperluas transportasi umum. Mereka juga merelokasi kilang dan pabrik, kehadiran timbal di udara telah menurun hingga 90% sejak tahun 1990.

Related Articles

Back to top button