Kabar Daerah

Jaga Kondusifitas, FKUB Kota Semarang Jalin Sinergi dengan Polrestabes

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Pasca insiden intoleransi di Solo beberapa waktu lalu, Kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Tengah terus mengintensifkan dialog dengan melibatkan tokoh agama dan aparat kepolisian.

Ketua FKUB Kota Semarang, Mustam Aji (mengenakan batik, tengah) saat berpose dengan AKBP Samdani serta anggota Binmas Polrestabes Semarang, Jum’at (14/8).

Hal itu dilakukan agar tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama tak lagi terulang. Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan silaturahmi antat tokoh agama atau populer dengan istilah ‘SALAM’, yang berlangsung secara virtual, Selasa (11/8) pekan lalu.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad dalam statemennya menyebut saarnya agama muncul dengan wajah aslinya.

Pernyataan itu pada dasarnya sejalan dengan Instruksi Menteri Agama RI Fachrul Razi yang juga menginisiasi pihak Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Semarang untuk bersinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang mencegah terjadinya kemungkinan konflik agama di wilayah kota Semarang.

Respon Polrestabes Semarang

Ketua FKUB Kota Semarang, Mustam Aji dengan Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP Samdani. (Dok: Istimewa)

“Polrestabes telah berinisiatif menjalin komunikasi dengan tokoh agama. Salah satunya bersinergi dengan FKUB Kota Semarang”, ungkap Syarif Hidayatullah Sekretaris FKUB kota Semarang saat menerima kunjungan Kasat Binmas Polrestabes AKBP Samdani, Jum’at (14/8).

Dalam kunjungan di kediaman Ketua FKUB, Mustam Aji di Jalan Purwoyoso I Semarang , AKBP Samdani berharap pada tokoh agama untuk selalu mempererat silaturahmi.

“Kunjungan ini juga memperat hubungan informasi jika ada kasus konflik yang bernuansa agama guna mempersempit ruang gerak kelompok intoleran”, ungkapnya.

Ketua FKUB Kota Semarang yang baru, Mustam Aji mengamini ungkapan Samdani.

“Jadi, Kota Semarang yang kondusif ini harus kita pertahankan, kita kawal. Sebab, ini membutuhkan peran tokoh atau lembaga agama dalam menggerakkan kepedulian sosial pada masa pandemi guna menunjang program jogo tonggo, sangat besar pula pengaruhnya dan positif. Tanpa membeda bedakan keyakinan agama”, jelasnya.

Upaya sinergi antar tokoh dan lembaga keagamaan turut disampaikan pula oleh Kepala Kemenag Kota Semarang Muhdi. Menurutnya, sinergitas yang dijalin akan menjadikan Semarang yang kondusif dan semakin Hebat.

“Agama akan berfungsi sebagai penebar kasih sayang dan kedamaian, bukan penebar kebencian”, terangnya singkat (dd/EB)

Related Articles

Back to top button