fbpx
Nasional

Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Begal Politik?

SEMARANG, energibangsa.id—Belum lama ini, sejumlah mantan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum.

Selain itu, kongres juga menunjuk Marzuki Alie yang sempat dipecat untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Ketua Umum Demokrat hasil kongres tahun 2020, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi hasil KLB tersebut dengan menyatakan kongres tersebut ilegal.

Menurut AHY, KLB tersebut digelar tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan inkonstitusional.

Begal Politik!

Terkait hal itu, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyatakan bahwa Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko telah melakukan begal politik.

Andi bahkan menyindir Moeldoko yang juga mantan Panglima TNI dan jenderal berbintang empat itu berani melakukan hal-hal seperti itu.

“Sedih juga bahwa ada orang-orang yang dengan nafsu kekuasaan begitu besar kemudian menjadi begal politik, begal partai,” kata Andi dalam salah satu diskusi virtual, Sabtu (6/3/2021).

“Mau-maunya jenderal bintang empat kemudian melakukan hal semacam ini,” ujarnya.

Andi juga sempat menyinggung sikap Moeldoko yang seakan menutup-nutupi perannya dalam kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Padahal, menurutnya partai memiliki bukti keterlibatan Moeldoko.

Menurut Andi, sejak namanya mencuat ke publik sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat dalam gerakan kudeta itu, Moeldoko selalu membantah.

Namun, belakangan, ia justru sepakat dan menerima ketika KLB di Sumut memintanya menjadi ketua umum. (*)

Related Articles

Back to top button