fbpx
Gaya Hidup

Intip Cara Agar Tagihan Listrik Tak Membengkak Saat PSBB

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta, petugas pencatat meter listrik tetap diturunkan oleh PLN ke rumah-rumah pelanggan pascabayar. Tentunya para petugas diturunkan ke lapangan tetap mengikuti pedoman COVID-19.

“Kami pastikan petugas kami akan tetap melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan,” ungkap Agung Murdifi selaku Executive Vice President Corporate Communication & CSR

Sementara imbas PSBB April lalu masyarakat dihebohkan oleh tagihan listrik yang bengkak. Apakah jebolnya tagihan listrik ini akan terulang saat PSBB Jakarta? Untuk mengantisipasi hal tersebut, simak penjelasan dibawah ini!

PLN akan menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik rumah tangga. Langkah ini diambil jika lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi oleh petugas selama PSBB Jakarta dan pelanggan tidak mengirimkan laporan mandiri.

Implikasinya, akan ada penyesuaian tagihan rekening listrik ketika nantinya petugas PLN melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan tersebut. Namun akan ada pemberitahuan tertulis terlebih dahulu.

Menurut Agung Murdifi, tidak menutup kemungkinan potensi pelanggan tidak terbaca masih ada karena terdapat wilayah yang ditutup dalam rangka menjalankan protokol COVID-19, atau rumah terkunci dan kosong.

“Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik. Namun petugas kami akan memberikan surat untuk pemberitahuan sebelumnya,” terang Agung.

Oleh sebab itu, pelanggan pascabayar bisa juga memanfaatkan layanan lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123. Pelaporan mandiri bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.

“Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kWh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan,” jelas Agung. (dhanti/EB/detik).

Related Articles

Back to top button