fbpx
Lewat ke baris perkakas
Ragam Bangsa

Ini Tugas dan Wewenang DPR yang Wajib Diketahui

SEMARANG, energibangsa.id — Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemudian berbuntut panjang. Kinerja DPR kemudian menjadi sorotan nasional. Demonstrasi penolakan UU bahkan terjadi di berbagai kota.

DPR tak luput dihujat aksi massa yang tak terima atas pengesahan UU yang dinilai terlalu cepat itu. Kata DPR bahkan kabarnya diplesetkan menjadi “Dewan Penghianat Rakyat”. Lantas, apa tugas, fungsi dan wewenang DPR?

Pengertian DPR

DPR merupakan suatu lembaga yang dalam hal ini memiliki kekuasaan secara legislatif di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 19 ayat 1,2 dan juga 3 dijelaskan secara rinci bahwasanya anggota DPR dapat dipilih melalui pemilihan umum atau kita sering kenal dengan kata pemilu.

Susunan DPR dapat diatur menggunakan undang-undang dan harus bersidang minimalnya satu kali dalam satu tahun. Dewan Perwakilan Rakyat  memiliki susunan tugas, fungsi, dan wewenang sebagai lembaga negara.

Tugas dan Wewenang

Terkait dengan fungsi legislasi, DPR sebagaimana dikutip dari dpr.go.id memiliki tugas dan wewenang:

– Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas)

– Menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU)

– Menerima RUU yang diajukan oleh DPD (terkait otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah; pengelolaan SDA dan     SDE lainnya; serta perimbangan keuangan pusat dan daerah)

– Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden maupun DPD

– Menetapkan UU bersama dengan Presiden

– Menyetujui atau tidak menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU (yang diajukan Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU

Terkait dengan fungsi anggaran, DPR memiliki tugas dan wewenang:

– Memberikan persetujuan atas RUU tentang APBN (yang diajukan Presiden)
   

– Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU tentang APBN dan RUU terkait pajak, pendidikan dan agama
   

– Menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh BPK
   

– Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara maupun terhadap perjanjian yang berdampak luas bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara.

Terkait dengan fungsi pengawasan, DPR memiliki tugas dan wewenang:

– Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN dan kebijakan pemerintah.
   

– Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD (terkait pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan SDE lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan dan agama).

Tugas dan wewenang DPR lainnya, antara lain:

– Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat.
   

– Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk: (1) menyatakan perang ataupun membuat perdamaian dengan Negara lain; (2) mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial.
   

– Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal: (1) pemberian amnesti dan abolisi; (2) mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar lain
   

– Memilih Anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
   

– Memberikan persetujuan kepada Komisi Yudisial terkait calon hakim agung yang akan ditetapkan menjadi hakim agung oleh Presiden.
   

– Memilih 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk selanjutnya diajukan ke Presiden (*).

Related Articles

Back to top button