fbpx
Nasional

Ini Penjelasan Pam Swakarsa yang Fenomenal itu

SEMARANG, energibangsa,id—Belakangan ini, isu Pam Swakarsa kembali mencuat usai disampaikan oleh calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam rapat uji kelayakan pada Rabu, 20 Januari 2021 kemarin.

Komjen Listyo beralasan, Pam Swakarsa penting dihidupkan kembali untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas).

“Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan kamtibmas. Jadi, kami hidupkan kembali,” katanya, dalam jajak dengar uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Rabu (20/1/2021) lalu.

Sebagai calon Kapolri Komjen Listyo menggagas menghidupkan kembali Pam Swakarsa apabila terpilih menjadi Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis.

Tidak hanya ini, rencana diaktifkannya kembali Pam Swakarsa pun pernah disampaikan oleh Polri pada tahun lalu. Saat itu, Mabes Polri memastikan Pam Swakarsa yang akan diterapkan berbeda dengan zaman orde baru. Lantas, apa itu Pam Swakarsa?

Sejarah Pam Swakarsa

Ide Pam Swakarsa sebenarnya pernah dicetuskan Kapolri Jenderal Idham Azis. Namun, rencana itu mendapatkan banyak protes dari kelompok masyarakat sipil.

Gagasan Pam Swakarsa dimunculkan Idham saat menerbitkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa.

Salah satu unit yang diatur di dalamnya adalah satuan pengamanan (satpam). PAM Swakarsa sebetulnya sudah ada di dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Nasional.

Sementara mengenai satpam, ada Perkap Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Managemen Pengamanan.

Di dalamnya mengatur mekanisme perekrutan satpam, pendidikan kilat, hingga keterlibatannya dalam Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).

Beberapa di antaranya mencakup jasa konsultan pengamanan, jasa diklat satpam, jasa penyedia tenaga kerja satpam.

Selain itu ada pula, jasa penyedia peralatan keamanan, hingga jasa pengamanan distribusi uang, emas, dan barang berharga.

Yang membuat peraturan baru itu berbeda adalah diubahnya seragam satpam jadi warna cokelat dan disertai pangkat seperti anggota kepolisian.

Di aturan itu pula diatur bahwa satpam bisa berlatar belakang purnawirawan Polri dan TNI atau sudah menjadi warga sipil.

Fenomena Pam Swakarsa

Pam Swakarsa adalah singkatan dari Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa, pada masa Orde Baru (Orba). Mereka adalah sebuah organ paramiliter yang dibentuk militer untuk membendung aksi demonstrasi mahasiswa.

Menurut sejarahnya, Pam Swakarsa pernah terlibat dalam pengamanan Sidang Istimewa 10-13 November 1998 yang melantik B.J Habibie sebagai presiden; mengamankan Sidang Umum MPR pada Oktober 1999; serta membantu aparat membendung demonstrasi mahasiswa yang menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya.

Pola rekrutmen anggota Pam Swakarsa saat itu pun tidak dilakukan secara formal, bahkan cenderung “sembarangan”.

Bahkan, menurut tirto.id edisi Jumat 922/1/2021) seorang penjual minuman di lingkungan Masjid Istiqlal pernah mengaku diminta mencari calon anggota Pam Swakarsa dan ia mendapat seratus orang.

Misalnya saja, seorang pengangguran di kawasan Kalipasir, Jakarta Pusat, juga mengaku turut bergabung. Konon, dirinya mendapat pembagian jatah nasi bungkus gratis, lalu diminta mengisi formulir pendaftaran Pam Swakarsa.

Pernah mendapat kecaman?

Pembentukan Pam Swakarsa kala itu memang mendapat kecaman dari beberapa tokoh.

Menurut Titi Dwi (2020) tokoh seperti Gus Dur, Megawati, Hamengku Buwono X dan Amien Rais pernah mengecam peran Pam Swakarsa dalam pengamanan Sidang Istimewa MPR.

Lewat siaran radio dan televisi, mereka meminta agar Pam Swakarsa dibubarkan.

Meski demikian, gagasan Pam Swakarsa itu kembali digulirkan dengan konsep yang berbeda dari era Orde Baru (Orba). Bagaimana tanggapanmu, sob? (dd/EB)

Related Articles

Back to top button