fbpx
KolomMentor

Syarat dan Kunci Sukses Menjadi Eksportir

Oleh: Roni Sarbani, Trainer dan Pegiat Bisnis Ekspor

ENERGIBANGSA.ID — Menjadi seorang eksportir pada dasarnya tak selalu harus memiliki perusahaan besar dengan modal raksasa. Artinya, siapapun orangnya bisa saja melakukan kegiatan ekspor. Dan dia layak disebut sebagai eksportir.

eksportir
Ilustrasi/hisconsulting

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang eksportir, baik itu terkait dengan regulasi ataupun dengan mutu barang. Nah, sebelum Anda memutuskan diri untuk menjadi seorang eksportir, ada beberapa hal yang pastinya harus dipersiapkan.

1.Produk. Untuk tahap pertama, seorang eksportir seyogiyanya mempersiapkan produk yang akan dipasarkan ke pasar internasional. Untuk itu terlebih dahulu kita memahami karakter produk sekaligus memastikan kelengkapan legalitas-legalitas yang dibutuhkan.

Tujuannya tak lain untuk menghindari pelangaran aturan yang ditetapkan, baik dalam negeri maupun aturan pada negara tujuan. Seorang eksportir juga harus memastikan produknya, apakah masuk dalam kategori produk LARTAS (larangan dan batasan) ekspor atau tidak.

2. Perijinan. Ketika seseorang terlibat dalam “bisnis jualan” di pasar ekspor, maka secara otomatis akan terikat oleh beberapa peraturan terkait bea-cukai maupun kesehatan dan karantina.
Untuk itu diperlukan beberapa perijinan dan juga sertifikasi yang nantinya akan digunakan untuk memverifikasi perusahaan maupun produk kita.

3.Pemasaran. Seorang eksportir dalam memasarkan produknya di luar negeri harus memperhatikan metode pemasaran yang tepat. Hal ini dilakukan agar produk yang dimiliki dapat dikenali oleh calon buyer secara cepat.

Pada masa lalu, seorang eksportir harus terlebih dahulu mengikuti pameran atau dengan cara iklan baik di televisi maupun media-media cetak luar negeri. Itu tentu memerlukan biaya yang tak sedikit.

Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, biaya pemasaran bisa ditekan seminim mungkin. Seorang eksportir bisa saja menggunakan keunggulan media sosial maupun Sesuai dengan harga produk yang mereka jual. Dengan cara itu, biaya untuk iklan dapat ditekan sedangkan kegiatan ekspor masih dapat berjalan dengan baik.

Menggeluti bisnis luar negeri, seorang eksportir (pemula) paling tidak harus memperhatikan 3 hal di atas. Ini bertujuan agar tidak terjadi kendala saat dilakukan pengiriman produk (ekspor). Di sisi lain, perijinan acapkali menjadi problema yang sering dihadapi eksportir pemula.

Solusi alternatif

Tapi tenang saja, karena kita hidup di Indonesia. Negara orang-orang kreatif dan pemberani. Kegiatan melawan arus dijalan raya yang beresiko kecelakaan saja seakan diabaikan. Tentu, mencari celah dalam hal perijinan takkan menjadi masalah besar.

Perijinan bagi seorang eksportir seharusnya tak bisa dijadikan masalah besar. Hal ini karena belakangan ini banyak ditemukan jasa penyewaan ijin ekspor bagi pelaku ekspor yang tidak/belum mengantungi ijin (sertifikasi).

Maka, hal yang harus diingat ketika seorang pebisnis (ekspor) terjun ke pasar internasional yakni harus “open market”. Langkah ini pula yang menjadikan seseorang eksportir bersaing dengan banyaknya kompetitor dari seluruh belahan dunia. Tentunya, dengan ragam keunggulan yang dimiliki masing-masing pengusaha.

Hematnya, seorang eksportir harus mempelajari apa saja keunggulan produk yang dimilikinya, dibanding harus mempelajari produk kompetitor. Kita juga patut menawarkan ‘value’ yang ditawarkan dalam rangka memenuhi kebutuhan customer (*).

Roni Sarbani, CEO Galeri Jepara Group, Founder Export Modal Nekat

Related Articles

Back to top button