fbpx
Energi Muda

Ini Lho Cah Semarang yang Sukses Dikontrak Adobe di Jepang

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Dulunya di bully, sekarang Kevin Pramudya Utama dipuji, hasil dari utak-atiknya mengedit foto ia pun dikontrak raksasa Software grafis, Adobe. Ia pun dibayar USD 60.000 setara sekitar Rp 90 juta.

“Gimana ga nyangka coba, saya itu editannya dulu cuma diejek, direndahin, dan segala macem yang pokoknya jahat deh :’) eh kok bisa-bisanya dipercaya Adobe buat bikin tutorial edit foto, sekali lagi, rencana Tuhan emang ga ada yang tau..” tulisnya dalam sebuah thread di akun Twitternya @sadness_loop.

Kevin, yang saat ini menjadi WNI yang tinggal dan magang di Prefektur Gunma, Jepang, menyebut menyukai fotografi sejak dulu. Dari sanalah hobinya mengutak-atik foto mulai tumbuh.

“Dari pas lulus SMK, dengan segala keterbatasan, pakai HP saya nyobain macam-macam aplikasi edit foto. Ternyata kalau didalemin, keren banget ngedit-ngedit foto ini. Tapi hasilnya dihujat gitu, hahaha” ungkap Kevin

Meski sekarang bisa menertawakan masa lalunya, diakui Kevin, bullying yang dulu diterimanya cukup mempengaruhi kepercayaan dirinya dalam berkarya. Dia bahkan memutuskan untuk menyembunyikan foto-foto lamanya yang penuh ejekan di akun Instagramnya @pramudyakevin.

kevin parmudya
kevin pramudya (sumber:instagram.com)

Kevin bercerita awal mula diajak bekerja sama dengan Adobe. Perusahaan software yang berbasis di San Jose, California, AS, ini meliriknya setelah memenangkan lomba mengedit foto.

Lulusan SMK Negeri 7 Semarang ini mengikuti lomba edit foto Lightroom yang diadakan Adobe dan Japan National Tourism Organization (JNTO). Melihat karya para pesaingnya yang keren-keren, Kevin mengaku pasrah saja dan tidak menyangka akan menang.

Jadi wajar, ketika tahu bahwa dua dari enam karya yang dikirimkannya menjadi pemenang, Kevin menangis terharu karena senang bukan kepalang.

Kontes foto itu sendiri disebutkannya tidak ada hadiahnya. Tapi buat cah Semarang ini, melihat karyanya bersaing dengan ribuan foto dari berbagai negara dan dipajang oleh Adobe saja, sudah jadi kebanggaan tersendiri.

“Karya saya dipajang di Adobe ya seneng bukan main. Begitu aja udah bersyukur banget,” kenangnya.

Tapi ternyata, kejutan belum selesai. Kemenangan ini membuka jalan bagi Kevin dan pihak Adobe bertemu. Beberapa hari setelahnya, dia dihubungi oleh Adobe yang mengajaknya bekerja sama membuat tutorial editing di Lightroom dan dibayar USD 6.000.

Di balik tutorial edit foto yang sering ditemui di aplikasi Lightroom, ada kerja keras para tutorial maker yang membuatnya. Kevin jadi salah satu yang merasakan pengalaman ini.

“Saya bener-bener dari nol. Nggak tahu apa-apa, baru pertama kali disuruh buat tutorial edit foto gini,” ujarnya.

Hasil akhir tutorial dari para maker di Lightroom itu juga melalui proses revisi berkali-kali hingga hal-hal paling mendetail.

“Revisinya berulang kali sampai approved. Sampai part kecil pun mereka revisi, misal kata-katanya kurang menarik. Apalagi pakai bahasa Inggris, bagusnya gimana. Lalu harus ada alasan kenapa ditambah exposure-nya, kasih judul dan segala macam,” urainya.

Dia pun berbagi tips bagi yang hobi mengedit foto agar tidak bosan melatih kemampuan. Menurutnya, sangat penting bagi seorang maker untuk mencoba semua tools yang ada.

“Cobain semua tools di Lightroom. Setiap tools itu ada fungsinya, yang rajin aja ngutak-atiknya. Saya suka perhatiin orang kurang ngulik di kurvanya, padahal ini salah satu rahasianya. Saya suka lihat ada preset kayak gini, gimana ya caranya bisa dapat warnanya kayak gini, diulik kurvanya nanti akan ketemu warnanya,” sarannya. (dhanti/EB/detik).

Related Articles

Back to top button