fbpx
Nasional

Ini Lho Aturan Baru untuk Penggunaan Masker Kain, Intip Selengkapnya

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Dalam upaya pencegahan penularan virus corona, pemerintah menghimbau masyarakatnya untuk menggunakan masker. Baru-baru ini, pemerintah juga mengeluarkan himbauan untuk tidak menggunakan masker scuba dan buff karena kurang efektifnya masker ini untuk menghalau virus Covid-19.

Lantas bagaimanakah Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk masker yang mampu mencegah penularan virus ini?

Syarat masker kain

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil – Masker dari kain, diantaranya masker harus memiliki syarat minimal dua lapis kain.

“SNI 8914:2020 menetapkan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable),” jelas Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional Nasrudin Irawan dalam keterangan tertulis yang disadur Detik.com Rabu (23/9)

Nasrudin juga menambahkan, dalam ruang lingkup SNI itu terdapat pengecualian, yaitu standar tidak berlaku untuk masker dari kain non woven (nirtenun) dan masker untuk bayi. Dan, standar tersebut juga tidak dimaksudkan untuk mengatasi semua masalah yang terkait dengan keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan dalam penggunaannya.

Bahan yang digunakan

Selain itu pemilihan bahan untuk masker kain juga perlu diperhatikan, karena filtrasi dan kemampuan bernafas bervariasi tergantung pada jenis bahan. Efisiensi filtrasi tergantung pada kerapatan kain, jenis serat dan anyaman. Filtrasi pada masker dari kain berdasarkan penelitian adalah antara 0,7 persen sampai dengan 60 persen. Semakin banyak lapisan maka akan semakin tinggi efisiensi filtrasi.

Dalam SNI 8914:2020, masker kain dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu tipe A masker kain untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk filtrasi partikel.

Nasrudin menambahkan, masker dari kain dikemas per satuan dengan cara dilipat atau dibungkus dengan plastik.

Terkait penandaan pada kemasan masker dari kain sekurang-kurangnya harus mencantumkan merek pada kemasan, negara pembuat, jenis serat setiap lapisan, anti bakteri, tahan air, pencantuman label “cuci sebelum dipakai”, petunjuk pencucian, serta tipe masker dari kain.

“Meski bisa dicuci dan dipakai kembali, masker kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari empat jam, karena masker kain tidak seefektif masker medis dalam menyaring partikel, virus dan bakteri,” pungkas Nasrudin. (Sasa/EB/detikcom).

Related Articles

Back to top button