fbpx
Inspirasi Bangsa

Ini Kisah Inspiratif Perempuan Usia Senja yang Tak Lelah Menuntut Ilmu

ENERGIBANGSA.ID– Banyak yang menginginkan kehidupan damai di usia senja. Tidak melakukan apapun, mnikmati hasil dan fokus pada kedamaian diri.

Namun, hal ini rasanya belum berlaku bagi dua perempuan hebat di bawah ini. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki waktu pencapaian yang berbeda.

1.Diana Patricia Pasaribu Hasibuan

Menuntut ilmu tidak memandang usia, itulah prinsip yang dipegang oleh Diana Patricia Pasaribu Hasibuan. Di usianya yang menginjak 80 tahun, beliau berhasil memperoleh tiga rekor pendidikan, yaitu S1, S2 dan S3.

Perempuan yang lahir di Tapanuli Utara 79 tahun silam ini berhasil memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia S1 tertua di Indonesia.

Diana menduduki Strata satu di Sekolah Tinggi Filsafat Driakara Jakarta pada usia 65 tahun dan lulus pada usia 69 tahun.  Kemudian beliau mencatat rekor lagi ketika mengambil S2 di usia 69 tahun dan lulus di usia 73 tahun.

Tak puas mendapat strata dua, seusai lulus S2 beliau memutuskan langsung lanjut mengambil S3.

Keseriusannya membuahkan hasil dengan menyandang predikat lulus pasca sarjana di Institut Teologi dan Keguruan Jakarta dan mendapat gelar Doktor dari  STT Bethel Indonesia di usia 77 tahun.

Satu hal yang unik, Diana dalam pengerjaan tugas kuliahnya masih menggunakan mesin ketik tua, yang mana jika ada salah di satu kata, kita harus mengganti keseluruhan isi dan kertas. Nyatanya hal tersebut tidak membebani beliau.

Prinsip teguh yang selalu dipegang beliau ketika berkuliah adalah ‘Kejujuran’. Tidak perlu mencontek, percaya dengan kemampuan diri, karena sebenarnya berbuat jujur itu indah.

Disibukan dengan urusan perkuliahan tidak membuat ibu dengan enam orang anak ini melalaikan tugasnya dalam rumah tangga. Dukungan dari suami dan anak membuatnya semakin semangat untuk melanjutkan pendidikan.

Saat ini, status beliau adalah Dosen tetap di STT Ekumene Jakarta.  Baginya, ilmu yang ia dapatkan haarus dibagi agar bermanfaat bagi sesama.

“Bagi anak muda, bersemangatlah mencari ilmu, jangan merasa susah, sedangkan orang tua seoerti saya bisa memperoleh S3, tanpa meminta tolong kepada siapa-siapa,” ujar Diana.

2.Chamimah

Dengan semangat yang membara, adik kandung dari Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno ini berhasil memperoleh gelar sarjana meski telah berusia hampir 80 tahun.

Di usianya yang ke-80 tahun ini, Chamimah berhasil meraih gelar Sarjana di Universitas Muhammadiyah Surabaya. 

Bersama dengan ribuan wisudawan lainnya dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Chamimah diwisuda setelah menempuh studi selama empat tahun tanpa bolos.

Adik kandung dari Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno ini dinyatakan lulus dari Program Studi Pendidikan Guru PAUD dengan tugas akhir yang berjudul “Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini Kelompok A TK Masa Putra Bhakti Surabaya Tahun Pelajaran 2019-2020″.

Ketika di hari wisudanya pada Selasa (24/11/2020), wanita yang sehari-harinya menjadi guru TK ini mengungkapkan bahwa ia mempersiapkan segalanya dengan baik. Mulai dari sholat tahajud, bangun pagi, hingga menyiapkan sarapan untuk cucunya yang masih kuliah.

Sehari-harinya, Chamimah berprofesi sebagai guru TK. Ia  telah melakoni profesi ini sejak tahun 1963. Ia sudah menjadi guru selama 57 tahun.

“Saya mengajar TK itu mulai tahun 63, kemudian tahun 77 saya diangkat SD. Jadi kalau pagi mengajar TK kemudian pulang dari TK mengajar SD. Tahun 2002 saya pensiun dari SD, tapi TK saya lanjutkan sampai sekarang. Saya sudah 57 tahun sampai sekarang,” ungkapnya.

Selain menuntut ilmu, Chamimah mengaku bahwa ia ingin menuntaskan pendidikannya hingga sarjana karena merasa malu dengan para anak buahnya yang merupakan lulusan sarjana. Ia ingin dipandang sebagai orang yang setara dan berpendidikan.

Jadikan kisah mereka sebagai inspirasi bagi kita untuk tidak menyerah dalam menuntut ilmu. Sebab, ilmu adalah jendela untuk melihat dunia. (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button