fbpx
Kabar Daerah

Ini Keren, Balitbang Batang Prediksi KIT Serap 150 Ribu Pekerja

BATANG, energibangsa.id — Hingga saat ini, Pemkab Batang terus mendorong perijinan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk segera disahkan dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Hal ini karena KIT diproyeksi sebagai pemicu bangkitnya ekonomi Indonesia di melemahnya ekonomi akibat pandemi yang berkepanjangan. Selain menjadi pendongkrak, KIT juga menjadi magnet bagi tenaga kerja untuk menghidupkan potensi warga lokal Batang.

Prediksi Balitbang

Balitbang Kabupaten Batang memprediksi sedikitnya 150 ribu pekerja bisa terserap pada KIT. Dimana zona pertama yang tengah dikerjakan di KIT yang memiliki empat zona itu, bisa menyerap setidaknya 15 hingga 30 ribu pekerja.

Melihat besaran penyerapan SDM, Bupati Batang, Wihaji, terus mengupayakan agar KIT segera mendapat rekomendasi perijinan semua zona dari pusat.

“Dari 43.000 hektar luasan lahan di KIT yang menjadi prioritas baru 450 hektar karena sudah mendapat ijin termasuk RT/RW. Tapi tidak masalah, karena sisanya masih dalam proses administrasi,” katanya, Kamis (22/10) kemarin.

Menurut Wihaji, inti dari pembangunan KIT yakni untuk menggerakan perekonomian nasional sekaligus menciptakan lapangan-lapangan kerja baru.

Pengembangan KIT juga mendapat dukungan belasan BUMN yang tergabung. Pihak Kementerian pun disebut telah melakukan peninjauan lokasi. Demikian pula dengan beberapa investor diantaranya telah berkunjung ke lokasi.

Geliat investasi

Besaran investasi di Batang berhasil menembus angka 500 persen. Hal ini karena tren investasi yang terus menggeliat, mencapai Rp5 triliun. Sementara, target investasi yang dibebankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang pada 2020 hanya Rp1 triliun.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menjelaskan bahwa meningkatnya investasi disebabkan pengembangan KIT yang melibatkan banyak negara. Diantaranya, Jepang, Korea, dan Amrika Tengah, yang terus mengincar untuk menanamkan investasinya.

Hingga 31 September 2020, tercatat ada 829 pekerja yang akan masuk ke Batang lewat sejumlah perijinan. Jumlah itu akan terus bertambah, karena KIT masih dalam proses pengerjaan (dd/EB).

Related Articles

Back to top button