fbpx
Kabar Indonesia

Ini Keberhasilan Pemerintah 6 Bulan Hadapi Corona

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Sejumlah upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah selama enam bulan melawan pandemi telah membuahkan hasil dalam menekan penyebaran COVID-19.

Ini disebutkan oleh Juru Bicara (Jubir) Satuan tugas (satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, Kamis (3/9).

Salah satu kebijakan yang dianggap berhasil yaitu sistem zonasi dalam penetapan dan pengendalian wilayah.

Zona yang dibuat merujuk pada sistem kebencanaan yaitu zona merah mewakili darah berisiko tinggi, zona oranye mewakili daerah berisiko sedang, zona kuning mewakili daerah berisiko rendah, dan zona hijau mewakili daerah tidak terdampak atau tidak ada kasus.

“Pemerintah juga telah menambah jumlah laboratorium testing, dari 1 menjadi lebih dari 300 laboratorium di seluruh Indonesia, dari 12 kementerian lembaga yang berbeda,” jelas Wiku dilansir dari republika.com

Selain itu kebijakan lainnya yaitu rumah sakit rujukan. Menurut Wiku, jumlahnya kini telah berkembang lebih dari 800 rumah sakit baik di tingkat nasional, maupun tingkat provinsi.

Baca Juga : Salah Data Corona, Walikota Tegaskan Semarang Masih Terkendali!

Dari hasil pencapaian, persentase kasus aktif nasional cenderung menurun, di mana per Agustus 2020, sebagaimana pantauan tim energibangsa.id, sudah mencapai 23,64 persen dari persentase sebelumnya 91,26 persen pada Maret 2020.

“Pada persentase kematian pun cenderung menurun setelah mencapai puncaknya pada April 2020, yaitu 8,64 persen menjadi 4,47 persen pada Agustus,” terangnya menambahkan.

Persentase kesembuhan nasional juga cenderung meningkat pada bulan Agustus mencapai 72,17 persen dari hanya 3,84 persen pada Maret 2020.

dr. wiku bakti adisasmito
Juru Bicara (Jubir) Satuan tugas (satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito seusai memberikan keterangan pers terkait updat virus corona di Indonesia, Kamis (3/9). (sumber: republika.com)

Lalu dari aspek inovasi, pemerintah mendorong produksi alat pelindung diri dan alat-alat medis lainnya buatan Indonesia dengan bahan baku 100 persen dari Indonesia yang memenuhi standar internasional AATCC 42 dan ISO serta ASTM.

“Kedua, Inovasi bidang lain membuat ventilator buatan Indonesia yang telah teruji klinis dengan baik. Yang ketiga, telah memproduksi masker kain, dengan kemampuan filtrasi setara masker bedah dan bisa digunakan ulang. Serta mengembangkan vaksin dalam negeri melalui konsorsium Eijkman dan Biofarma, yaitu vaksin Merah Putih,” ujar Wiku.

Sementara target ke depan dalam penanganan COVID-19, yaitu melindungi kelompok rentan, penderita komorbid, lanjut usia, termasuk tenaga kesehatan.

Selain itu, Satgas juga terus berupaya menekan jumlah kasus aktif meningkatkan kesembuhan, dan menurunkan kematian.

“Dan meningkatkan interoperabilitas data agar kemampuan kita melihat perkembangan yang ada dengan kasus COVID-19 ini agar cepat dimonitor,” tutup Wiku. (Gilban/EB)

Related Articles

Back to top button