fbpx
Kesehatan

Ini 3 Kondisi Hati Manusia, Bagaimana Kondisi Hatimu?

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Ketika memasuki sebuah ruangan yang tampak bersih, maka kita tidak ragu untuk melepaskan alas kaki agar ruangan itu tidak kotor.

Namun ketika kita telah menapakkan kaki di lantai, ternyata  apa yang terlihat bersih tidak sebersih seperti kita duga.

Alhasil, kaki kita yang mulanya bersih karena terlindungi menjadi kotor terkena debu yang berada di permukaan lantai tersebut.

Barangkali seperti itu juga kondisi hati setiap manusia. Terkadang kita hanya melihat seseorang  dari luarnya saja.

Misalnya, suatu hal yang kita anggap salah namun pada kenyataannya berbanding terbalik, hal itu adalah sebuah kebenaran. Subjektivitas manusiapun terjadi akibat kondisi hati mereka.

Sebagaimana mengutip pendapat dari Imam Al-Ghazali, Amir Syukur dalam buku Tetapi Hati menjelaskan hati manusia terdiri dari 3 macam yaitu:

Pertama, hati yang sehat dan menyebabkan keselamatan. Hati yang sehat memiliki beberapa tanda, yaitu, imannya kokoh, ahli bersyukur, tidak serakah, kehidupan tenteram, khusyuk dalam beribadah, banyak berdzikir, kebaikan selalu dinamis, segera sadar jika melakukan kesalahan, suka bertobat dan sebagainya.

Kedua, hati yang sakit. Hati yang sakit adalah hati yang masih memiliki keimanan, ada ibadah, ada pahala, namun ada pula noda-noda maksiat dan dosa.

Tanda-tanda hati yang sakit diantaranya: hati selalu gelisah jauh dari ketenangan, mudah marah, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, susah menghargai orang lain, kehidupan tidak nyaman, mengalami penderitaan lahir batin, dan sebagainya.

Ketiga, hati yang mati. Hati yang mati berarti hati yang telah mengeras dan membatu karena terlalu banyak kotoran akibat dosa-dosa yang diperbuat. Sebagaimana firman Allah yang memiliki makna:

“Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan Setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu”, sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (QS Al-Muthaffifin [83]: 12-14)

Setidaknya ada 5 hal yang dapat mengobati hati, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Kifayatul Atqiya karya Sayid Abu Bakr.

1. Membaca Al-Qur’an dengan penghayatan arti dan maknanya.

2. Membiasakan diri dalam kondisi tidak kenyang atau dengan banyak berpuasa.

3. Beribadah di waktu malam, baik dengan shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan sebagainya.

4.  Mendekatkan diri kepada Allah sedekat dekatnya di waktu sahur.

5. Berkumpul dengan orang-orang yang shaleh, yang dapat membimbing dan menjadi cermin kehidupan yang lebih baik.

Related Articles

Back to top button