fbpx
Ekonomi & Bisnis

Ingin Sukses Bisnis Ayam Petelur? Begini Rincian Modal dan Solusi Permodalannya, Simak!

ENERGIBANGSA.ID –  Setiap hal di sekitar kita dapat dijadikan  peluang bisnis, salah satunya adalah beternak ayam petelur.

Di samping punya pendapatan yang cukup besar, pekerjaan pun tak terpaku dengan waktu. Lantas, berapa modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini?

Modal Rp150 juta

Menurut Ketua Koperasi Putera Blitar, Sukarman (60), untuk memulai usaha ini, awalnya kamu harus memiliki modal sebesar Rp150 juta.

Modal itu akan dipakai untuk membuat kandang dan juga 1.000 Day Old Chicken (DOC, ayam yang siap panen) yang sudah siap bertelur dan telah divaksin.

“Buat membuat ternak ayam telur itu, per seribu ayam butuh sekitar Rp90 juta. Kalau kandang itu yang idealnya 5 x 30 m, bisa dibanderol dengan harga Rp30 juta, itu di luar tanah ya. Kalau tanah itu tidak bisa kita hitung, karena setiap orang punya kemampuannya masing-masing,” kata Karman.

Harga tersebut tidak termasuk dengan perawatan ayam mulai dari kesehatan dan juga pakan yang harganya naik turun.

“Kalau untuk satu ayam itu butuh makan sekitar 120 gram. Jadi kalau ada 1.000 ayam ya sudah dikalikan saja 120 gram dikali 1.000, diubah ke kilogram pakannya yaitu 120 kg, dikalikan dengan harga pakan yang dijual”, imbuhnya.

“Kalau sekarang itu Rp6.300 (tertingginya),ya, jadi per hari bisa habis Rp756 ribu. Kalau sebulan, ya, Rp22.680 ribu,” bebernya.

Hal serupa juga dikatakan oleh peternak milenial, Kurniawan Unggul Pambudi (30).

“Modal awal untuk kandang ayam per seribu Rp50 juta. Ayam per seribu Rp80 juta. Total Rp130 juta per seribu ekor belum termasuk lahan dan pakan,” ujarnya.

Apabila ditarik ke investasi jangka panjang, pendapatan yang diterima oleh peternak juga cukup tinggi.

Seperti Unggul yang per harinya bisa memproduksi 6-6 setengah kwintal hasil dari 13.000 ayam yang ia miliki.

Modal dari mana?

Melansir detikcom, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan solusi bagi peternak dalam menjalankan proses distribusinya.

BRI telah menyiapkan aplikasi yang bernama ‘Pasar Mikro’. Aplikasi itu diyakini  mampu memotong mata rantai yang panjang selama. Sedangkan tujuan besarnya nanti adalah mampu menyediakan akses pembiayaan melalui aplikasi tersebut.

Aplikasi itu juga dilengkapi fitur transaksi keuangan. Dengan demikian akan muncul info seperti besaran volume maksimal yang bisa dikembangkan lagi.

Seperti diberitakan, modal itu ada semacam soft loan dari BRI. Jadi ini arahnya lebih ke dalam akses permodalan.

(Ara/ EB)

Related Articles

Back to top button