Review

Ingin Persijap Berjaya, Inilah yang Harus Dilakukan (1)

ENERGIBANGSA.ID – Laga uji coba Persijap melawan Semeru FC Lumajang pada Sabtu 3/8 kemarin berakhir ricuh. Belum sampai peluit panjang selesai supporter tuan rumah masuk ke lapangan karena tidak puas dengan hasil akhir kekalahan Persijap di kandang sendiri.

Pro-kontra di kalangan supporter Persijap juga terjadi di dunia maya. Banyak yang menyangkan kejadian ini, meski tujuannya adalah ‘peduli Persijap’ namun setidaknya ada langkah konkrit lain yang lebih positif.

Untuk diketahui, bahwa target Persijap dalam beberapa musim terkahir adalah promosi ke level yang lebih tinggi, hingga manajemen memiliki program #5yearsplan.

Meski di tengah perjalanan itu Persijap justru mengalami degradasi ke Liga 3. Namun itulah proses, bahwa seekora kuda yang ingin melompat lebih jauh dan lebih tinggu pun perlu mundur satu dua langkah terlebih dahulu.

Musim ini target utama manajemen Persijap adalah promosi ke Liga 2. Lalu apa yang mesti dilakukan agar target ini berhasil? berikut adalah pandangan kami mengenai hal-hal dari segala aspek yang bisa dimaksimalkan agar Persijap sukses promosi di musim ini.

Memiliki Sponsor

Nafas dari sepakbola adalah dana. Tanpa dana yang cukup, sebuah tim sepakbola tidak akan bertahan lama. Jangankan bertahan, mampu mendaftarkan keikutsertakan di liga saja belum tentu bisa, karena ada fit and propper test yang harus dilalui. Apalagi maju dan berprestasi.

Bagaimana rekam jejak prestasi Persijap dalam mendapatkan sponsor? dari hasil pengamatan tim energibangsa.id, Persijap tidak begitu moncer di urusan ini. Tercatat hanya ada Bank Jateng yang paling lama nangkring di jersey depan Persijap. Itupun dengan nominal (hanya) ratusan juta, dimana saat itu beban manajemen dalam menjalani liga adalah belasan milyar dalam satu musim.

Di perjalanan liga selanjutnya tercatat, ada PT Inservica System, sebuah perusahaan di Jakarta yang bergerak di bidang interior, dimana itu adalah miliki Presiden Klub Persijap sendiri. Kemudian ada Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK), namun keberadaan sponsor ini sulit dipertahankan karena banyak hal.

salah satunya ditengarai karena menjadi sponsor atau donatur Persijap belum begitu diminati investor di Jawa Tengah, karena dianggap tidak atau belum memiliki prospek bisnis.

Tingkat konsumerisme dan daya beli supporter terhadap brand yang menjadi sponsor pun belum teruji. Coba dihitung, berapa persen suporter yang menjadi nasabah Bank Jateng? apakah ada kenaikan penjualan setelah menjadi sponsor Persijap? kami tidak yakin, karena segmentasi market yang berbeda.

Jika objektif sponsor yang diharapkan adalah brand awareness, itupun belum bisa dimaksimalkan karena di Liga 3 Persijap tidak masuk televisi. Secara geografis, lokasi Persijap di pojok Utara, supporter banyak namun belum bisa dikatakan besar, dan itu pun masih terbelah-belah. Belum lagi jika ada gesekan antar suporter yang berimbas pada citra buruk klub.

Musim ini, manajemen mendapatkan sponsor OAIS, perusahaan air mineral dibawah naungan PT. Santa Rosa Indonesia di Jawa Barat. belum diketahui berapa nominal angka dari sponsor ini. Namun hal ini wajib diapresiasi.

Meski di liga 3, tanpa gebyar sorot televisi, dengan tingkat konsumerisme supporter yang masih belum optimal, langkah manajemen Persijap di bawah kepemimpinan The Iron Lady Mrs. Esti dalam hal ini patut diakui bagus, meski belum bisa dikatakan istimewa. Dari skala 1 sampai 10, layak diberi nilai 10.

Sebagai supporter, tidak hanya cukup mendukung dengan membeli tiket, tapi juga meski ikut membeli OASIS. Harapannya, dengan menjadi sponsor Persijap penjualan OASIS meningkat dan minimal di musim depan OASIS masih menjadi donor dana Persijap.

Memilih Pelatih Berkualitas

Manajemen Persijap saat ini sudah memiliki pelatih berlisensi internasional: Fabio Oliviera. Dari hasil pengamatan tim energibangsa.id pelatih baru ini selalu menangani klub-klub berkelas: Mulai dari Persija Jakarta di IPL (2012), kemudian Persebaya Surabaya (2013-2014), Persita Tangerang (2014-2015), Sport Research and Development of PERSSOCI Street Soccer Indonesia (2015), Carsae FC Timor Leste (2015-2016), Technical Coordinator Madura United (2017), ia juga sempat melatih di salah satu klub sepak bola Korea Selatan beberapa saat lalu (2018).

“Coach Fabio juga pelatih berpengalaman. Beliau pernah menangani Timnas Indonesia dan tim besar lainnya. Dari segi pengalaman kami tidak meragukan,” ujar manajemen Persijap sebagaimana dilansir indosport.

Di tahap ini, kita harus mengapresiasi usaha manajemen yang berhasil mendatangkan pelatih kenamaan ke Stadion Gelora Bumi Kartini. Dari skala 1 sampai 10, kita beri nilai 10.

Memilih Pemain berkualitas

Selain pelatih yang berkelas, yang paling penting adalah skuad tim sepakbola itu sendiri. Namun pelatih sekaliber Fabio Oliviera yang pernah menukangi berbagai tim senior maupun junior, pastinya tahu karakater dan tipe pemain yang dibutuhkan.

Perlu diketahui, bahwa regulasi PSSI untuk klub Liga 3 mengenai kontrak pemain di musim ini harus di kelahiran 1 Januari 2001 sampai dengan 1 Januari 1997. Jadi berkisar di usia 18 hingga maksimal 22 tahun.

Harus dipahami, mencari bibit-bibit pemain muda tidaklah mudah, apalagi dengan dana dan teknologi terbatas.

Selain itu, di Liga 3 setiap klub juga berhak mendaftarkan lima pemain senior. Dari lima pemain itu, hanya tiga pemain yang boleh masuk daftar susunan pemain.

Sayangnya, tim energibangsa.id belum menemukan kuota pemain senior yang dimiliki Persijap, atau mungkin Persijap masih mengadakan seleksi internal untuk jatah itu.

Namun harus digarisbawahi bahwa menontrak pemain senior berpengalaman untuk mau berlaga di Liga 3 tidaklah mudah dan tidaklah murah. Jadi, soal pemain senior ini harus dipahami dengan kepala dingin. Di tahap ini, dari skala 1 sampai 10, kami beri nilai 7.

Apakah hanya itu? tentu saja tidak, karena masih ada banyak hal lain, namun langkah selanjutnya akan dibahas di tulisan selanjutnya. Semoga Persijap berjaya dan mampu promosi di musim ini.

Sepakbola adalah energi bangsa untuk pecinta olahraga. Ini ulasan tim energibangsa.id, bagaimana menurut Anda?

Related Articles

Back to top button