bisnis
ilustrasi Pebisnis Jastip (Foto: Detik Finance) (Foto: Detik Finance)
BusinessEkonomi

Ingin Buka Bisnis Franchise, Perhatikan 5 Hal Ini

0

ENERGIBANGSA.ID – Di era terbuka sekaang ini, memicu munculnya ragam penawaran investasi bisnis dalam bentuk waralaba atau lazim dikenal dengan sistem franchise.

Positifnya, bisnis model franchise ini memudahkan para pemula dan pegawai untuk mulai terjun ke dalam dunia usaha, kaena para pemula dapat menjalankan usaha dengan pendampingan dari para franchisor (pemiliki franchise).

Kondisi inilah yang membuat berbagai peluang bisnis franchise saat ini makin marak, sehingga para franchisor baru maupun lama saling berlomba menawarkan beragam investasi franchise kepada masyarakat luas yang ingin memulai berbisnis.

Meskipun begitu, sebagai pemula yang ingin menekuni bisnis franchise sebaiknya Anda tidak asal memilih investasi bisnis yang ditawarkan, apalagi jika Anda pemula dengan modal dana terbatas.

Teliti dalam Memilih

Di era digital saat ini, dimana perang harga terbuka, banyak sekali penyelenggar kemitraan bermunculan dan memiliki resiko tinggi dalam membuat beberapa kesalahan dalam menjalankan sistem bisnisnya. Akibatnya banyak pembeli bisnis franchise yang tumbang di tengah jalan sebelum mencapai kesuksesannya.

Maka dari itu untuk mengantisipasi resiko bisnis yang mungkin muncul dari kesalahan para franchisor (pembuat franchise), tim enegibangsa.id merangkum 9 hal yang harus dipelajari sebelum Anda memutuskan kesalahan dalam menjalankan bisnis franchise yang perlu kita hindari.

Pilih Franchisee dengan Support Dana yang Kuat

Meski dalam penawaran paket franchisee-nya, para franchisor nampak bagus dan bonafide semua, namun pada realitanya tidak semua franchisor memiliki dana segar untuk mengembangkan bisnis mereka.

Sehingga pengelolaan dan pertumbuhan bisnis yang ditawarkan mengalami hambatan karena kurangnya dana segar, dan pada akhirnya bisnis tersebut hanya akan tenggelam di tengah persaingan bisnis franchise lainnya.

Franchisor Baru, Belum Teruji

Kesalahan yang sering dilakukan para pembeli franchisee adalah tidak selektif dalam memilih partner bisnis atau franchisor. Sehingga banyak investor yang sama sekali belum mengerti tentang bisnis, dan belum memiliki pengalaman di dunia franchise bergabung dengan sebuah kemitraan.

Biasanya franchisor seperti ini memanfaatkan momentum produk yang sedang hit saat ini, lalu fokus franchisor hanya di produk yang dijual tidak pada sistemnya, sehingga Anda membeli sebuah bisnis franchise yang tidak didukung sistemnya, jadi bisnis Anda tak akan bertahan lama.

Fokus Produk Tanpa Support Sistem

Kebanyakan franchisor terdorong menyelenggarakan kemitraan untuk mengembangkan bisnisnya dengan terfokus pada produk yang bersifat musiman, sehingga jangka waktunya yang relatif singkat.

Motivasi inilah yang sering membuat franchisor melakukan kesalahan, karena mereka hanya fokus mengembangkan bisnisnya tanpa memikirkan konsep bisnis dengan matang. Sehingga ROI (Return of Investment) yang dijanjikan masih belum bisa dibuktikan oleh para mitranya.

Jika begini, Anda yang sudah gabung menjadi mitra franchisee-nya bisa gigit jari di tengah bisnis yang sedang Anda rintis. Biasanya franchisee dengan modal minim sangat rawan terjadi seperti ini, karena franchisor hanya fokus menjual kemitraan saja, setelah itu mau jalan atau tidak, terserah. Hit and run!

Bekal SDM dan SOP yang belum sempurna

Sebagai para calon franchisee, Anda membutuhkan pelatihan SDM dan SOP yang benar-benar matang sebelum Anda menjalankan bisnis waralaba ini.

Namun pada kenyataannya sampai hari ini masih banyak franchisor yang belum memberikan bekal tersebut secara optimal kepada para franchisee, sehingga kualitas produk yang ditawarkan antar mitra terkadang tidak sama, dan berpengaruh kurang bagus terhadap citra franchise yang ditawarkan.

Pilih yang Luas Jaringannya

Pada kenyataannya tidak semua franchisor memiliki sistem support (seperti pemegang master franchise) ditiap-tiap daerah. Jadi para franchisee yang berlokasi cukup jauh dengan franchisornya sering tidak terkontrol dan kesulitan dalam mendapatkan support bisnis.

Tidaklah heran bila banyak franchisee yang memutuskan kerjasama di tengah perjalanan, karena mereka tidak mendapatkan bantuan dari franchisor ketika mengalami kendala dalam menjalankan kemitraan.

Untuk memilih franchisor yang tepat, dengan sistem yang mendukung dalam manajemen operasional dan manajemen marketing, setidaknya Anda bisa memilih bisnis waralaba KasihSayang.in sebagai partner bisnis franchisee Anda, karena selain memiliki produk premium, franchisornya juga menawarkan sistem manajemen operasional, dan manajemen marketing yang didukung dengan basis teknologi digital.

Selain itu, mulai dari pemilihan lokasi juga dibantu dicarikan, perekrutan karyawan juga dibantu, hingga proses promosi dan marketing juga disupport, sehingga Anda cukup memantau dari aplikasi saja.

Demikian informasi tips memilih bisnis franchisee ini, semoga dapat membantu para calon pengusaha yang tertarik menekuni bisnis kemitraan. Cermatlah dalam memilih kemitraan, selamat berkarya dan salam sukses.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Bonceng Anak di Depan Bisa Kena Denda 250 Ribu, Begini Penjelasannya

Previous article

2020, LBH Ansor Jateng Fokus Genjot Pembentukan Desa Sadar Hukum

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Business