fbpx
Nasional

Info Terkini Seputar 5 Vaksin Covid-19, Mana yang Paling Efektif?

Jakarta, energibangsa.id ꟷ Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh ilmuwan untuk memutus rantai pandemi hingga saat ini masih terus dilakukan. Beberapa diantaranya telah memperlihatkan hasil yang cukup memuaskan.

Diketahui terdapat beberapa jenis vaksin yang berhasil ditemukan, yakni Pfizer, Moderna, Sinovac, Sputnik V, dan Oxford AstraZeneca.

  1. Pfizer

Pfizer mengabarkan jika hasil akhir dari uji klinis tahap akhir yang dilakukan memperlihatkan tingkat efektivitas hingga 95%. Mengutip dari laman Reuters pada hari Rabu (18/11), dalam beberapa hari kedepan izin penggunaan darurat akan didaftarkan.

Proses pengebangan yang dilakukan bersama dengan BioNTech asal Jerman ini memperlihatkan konsistensi pada sebaran demografi umur dan etnis. Selama uji klinis juga tidak ada laporan dari efek samping.

Pada rentang usia di atas 65 tahun, efikasi tercatat hingga 94%.

  • Moderna

Tingkat efektivitas yang diumumkan oleh Moderna mendekati 95%. Dalam uji klinis yang melibatkan 30 ribu relawan di AS, sebanyak 95 relawan pertama menunjukkan gejala Covid-19. Dari jumlah itu hanya 5 yang berasal dari kelompok penyuntikan vaksin dan sisanya 90 relawan berasal dari kelompok plasebo.

Namun dari hasil analisis awal ini masih meninggalkan sejumlah pertanyaan, salah satunya adalah waktu imunitas bertahan yang masih butuh pengamatan lebih lanjut.

  • Sinovac

Hasil awal uji klinis vaksin asal China, CoronaVac, mampu memicu respons imun yang cepat. Namun dari catatan tingkat antibody yang dihasilkan lebih rendah jika dibandingkan dengan antibodi yang dimiliki seseorang pasca pulih dari Covid-19.

  • Sputnik V

Sputnik V menjadi vaksin pertama ditemukan dan dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia. Dalam pernyataannya, mereka mengklaim tingkat efektivitas melebihi 90%.

Namun terdapat efek samping dari vaksin ini adalah mengembangkan beberapa gejala ringan pada subjek penelitian.

  • Oxford AstraZeneca

Mengutip dari Reuters, data terbaru uji klinis vaksin Oxford-AstraZenecac menunjukkan adanya respons kekebalan pada lansia, kelompok yang paling rentan terhadap komplikasi COVID-19.

Related Articles

Back to top button