Kabar IndonesiaNasional

Indonesia Tambah 9 Bendungan Tahun ini

ENERGIBANGSA.ID — Sekitar sembilan bendungan baru akan dilelang proyeknya tahun ini. 

Ni Made Sumiarsih selaku Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR mengatakan, lelang pembangunan bendungan baru tahun anggaran 2019 dibuka setelah lelang bendungan terakhir yang menggunakan tahun anggaran 2018 rampung. 

Lelang tersebut dilakukan untuk mengejar target dari pembangunan 65 bendungan yang menjadi program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, sepanjang 2015-2019 pemerintah menargetkan pembangunan 65 buah bendungan.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ditemani dari pihak kontraktor sedang meninjau proyek pembangunan bendungan. (dok Liputan6.com)

“65 bendungan ini akan kita tenderkan lagi 9 untuk mencapai 65. 65 ini sudah semuanya sudah kontrak kecuali 9,” kata Hari Suprayogi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jumat (12/7).

Ia menyebut, biaya investasi untuk membangun 9 bendungan tersebut mencapai Rp 21 triliun.

Namun begitu, Hari tidak merinci sumber pembiayaan untuk membangun 9 bendungan tersebut.

“Untuk pembangunan sembilan bendungan baru pada tahun ini dibutuhkan biaya kira-kira Rp 21 triliun. Itu nanti anggarannya multiyears sampai 2023 bisa diselesaikan,” terang dia.

Merujuk data yang diperoleh tim energibangsa.id, kesembilan bendungan tersebut di antaranya adalah Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan.

Lalu Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara dan Bendungan Jragung di Jawa Tengah.

Kemudian Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, Bendungan Tiro di Nanggroe Aceh Darussalam.

Lebih lanjut Bendungan Budong-Budong Sulawesi Barat, Bendungan Ameroro Sulawesi Tenggara dan Bendungan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat.

“9 bendungan ini bisa tampung 1,3 juta meter kubik dan bisa mengurangi banjir 2,85 juta meter kubik per detik,” pungkasnya.

Saat ini pemerintah tengah fokus pada pembangunan 65 bendungan hingga 2020. Dari target 65 bendungan, 15 di antaranya sudah selesai dibangun. Selanjutnya sudah ada tiga bendungan yang siap diresmikan.

“Tiga itu di Sei Gong, Batam rencananya kalau jadi tanggal 16 atau 18 akan diisi. Kemudian Sindang Heula di Banten, Paselloreng,” ujarnya seperti dikutip tim energibangsa.id dari detik.com

Potret Pembangunan Bendungan yang dilakukan Pemerintah. (dok Indonesia.go.id )

Di tahun berikutnya, baru akan dilelang pembangunan proyek 5 bendungan berkala hingga 2023.

“Kemudian di 2021 rencananya mau nender lima lagi baru di luar 65, 2022 lima bendungan dan 2023 lima lagi itu yang disebut 15 tadi,” tambahnya.

Mengenai lokasi dan anggaran yang disiapkan, pihaknya belum merinci. Meski demikian, sudah ada beberapa daerah yang mau dibangun bendungan.

“Kalau pertanyannya di mana saja dan berapa memang belum kita siapkan itu, tapi kemungkinannya calonnya banyak bisa kita di Papua itu ada calon-calon Baliem, Digul atau Matenggeng atau Lambakan, Muarai Juloi,” tuturnya.

Pembangunan bendungan yang gencar dilakukan pemerintah merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kondisi ketahanan pangan nasional.

Pembangunan bendungan akan meningkatkan suplai air untuk lahan pertanian secara lebih merata dan kontinu.

Dengan adanya suplai air dari bedungan, petani yang sebelumnya hanya satu kalo tanam setahun diharapkan akan bisa bertambah menjadi 2-3 kali.

Selain itu, pemerintah membangun bendungan adalah untuk menanggulangi banjir yang terjadi di beberapa daerah .

Related Articles

Back to top button