Cuaca Ekstrem DIeng
Salah Satu Potret Candi Arjunan Yang Terselimut Embus Es Dieng. (dok. nasional.tempo.com)
Kabar IndonesiaRagam Bangsa

Indonesia Masuk Musim Kemarau Tapi Dieng Malah Turun Salju

0

ENERGIBANGSA.ID – Tidak seperti banyak daerah Jawa yang masuk musim kemarau, dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, justru sedang diselimuti suhu dingin. Kemarin, Senin (24/6) suhu di wilayah tersebut mencapai minus 9 derajat celcius. Hal tersebut menyebabkan tanaman dan perkebunan warga ditutupi oleh embun es dieng. Embun ini pun muncul lebih tebal dan luas.

“Secara umum, kondisi suhu dingin ini terjadi sebagai akibat dari adanya aliran massa udara dingin dan kering dari wilayah benua Australia yang dikenal dengan aliran monsun dingin Australia,” papar Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), R. Mulyono R Prabowo, Selasa (25/6).

Sebagaimana info yang berhasil dirangkum energibangsa.id, suhu dingin di sana sebenarnya tidak hanya terjadi di sekitaran wilayah Jawa, tetapi juga mencapai Nusa Tenggara, yang mengalami penurunan suhu signifikan saat malam hari, bahkan mencapi di bawah 15 derajat celcius.

Secara Klimatologis, monsun dingin Australia aktif pada periode bulan Juni, Juli, hingga Agustus yang merupakan periode puncak Musim Kemarau di wilayah Indonesia Selatan equator.

Terlebih lagi, kondisi musim kemarau dengan cuaca cerah membuat atmosfer dengan tutupan awan sedikit di sekitar wilayah Jawa-Nusa Tenggara. Hal ini pun dapat memaksimalkan pancaran panas bumi ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu permukaan bumi akan menjadi lebih rendah dan menjadi lebih dingin dari pada biasanya.

“Diprediksikan potensi kondisi suhu dingin seperti ini masih dapat berlangsung selama periode puncak musim kemarau, Juni-Agustus, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara,” terang Mulyono.

Kepala UPT Dieng, Aryadi Darwanto, mengatakan  suhu udara Dieng sepekan terakhir ini memang turun ke suhu kurang dari nol derajat. Namun, senin pagi ini adalah yang terendah.

Sebelumnya, suhu udara berkisar minus satu hingga minus lima derajat celcius di kompleks Candi Arjuna. Adapun di perumahaan, suhu udara masih berkisar satu atau dua derajat celcius.

“ Jelas lebih tebal dan persebarannya lebih luas. Jadi warga juga, sempat cerita, depan rumah nya ada embun. Kebetulan suhu di kampung, di desa dieng kulon juga sudah minus satu,” jelasnya sebagaimana dikutip tim energibangsa

Bagaimana sobat energi, mau mencoba salju di Dieng? Yuk berangkat.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Kembali Diguyur Modal Investor Asing, Kedai Kopi Kenangan Tatap Asia Tenggara

Previous article

Callind, Aplikasi Chatting Keren Karya Anak Bangsa Tandingan Whatsapp.

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.