BUMN Indonesia Laos
Menteri BUMN Indonesia bertemu PM Laos di Vientine Laos (25/6). (dok. medcom.co.id)
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Indonesia-Laos Buka Peluang Kerjasama Antar BUMN

0

ENERGIBANGSA.ID—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, Rini Soemarmo, pada Selasa pagi (25/6) melakukan kunjungan kerja kenergaraan ke Laos. Dalam lawatannya, Rini melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Rakyat Laos, Thongloun Sisoulith di Vientiae, Laos.

Pada pertemuan tersebut, kedua negara membahas perihal penjajakan peluang kerjasama bisnis di sejumlah BUMN Indonesia dengan BUMN Laos. Penjajakan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan PM Laos dengan Presiden Joko widodo di Indonesia tahun 2017 lalu yang salah satu topiknya terkait potensi kerja sama kedua negara di bidang bisnis, perdagangan dan Investasi.

Rini melihat Laos sebagai negara yang mempunyai potensi sumber daya alam sangat besar dan memiliki banyak peluang bisnis yang bisa dikolaborasikan dengan BUMN Indoesia.

“Tim kami telah melakukan survei dan pertemuan dengan Pemerintah pusat juga daerah di Laos, serta perusahaan-perusahaan mitra yang berada di Laos. Kami melihat beberapa peluang bisnis yang dapat dikembangkan bersama di bidang pertambangan, pertanian dan infrastruktur,” terangnya, yang dilansir tim energibangsa.id dari Liputan6.com

Dalam kerjasama bidang pertambangan, kedua pemerintah akan menjajaki kerja sama berupa konsensi tambang potasium yang bisa dijadikan campuran NPK untuk bahan pupuk.  “Usaha tambangnya akan bekerja sama dengan PT. Timah Indonesia. Produk pupuknya akan dibeli PT. Pupuk Indonesia. Daripada selama ini kita impor potasium dari Kanada, disini (Laos-red) kan lebih dekat dan harganya bisa lebih murah,” ucap rini.

Laos yang membutuhkan pasokan batu bara juga akan dipasok suplainya dari Indonesia melalui PT. Bukit Asam. “ Akan kita ekspor ke Laos. Jadi kita bicara bagaimana bisa mendapat konsesi tambang potasium dari sini dan kita bantu mereka dengan pengadaan batubara,” ujarnya

Sedangkan perihal power plant Laos yang saat ini telah bergeser dari hidro ke batubara nantinya akan diimpor dari Indonesia. “Kita sedang merintis kerja sama bangun pembangkit dua ribu mega watt. Yang paling utama kita bantu Laos membangun jaringan kereta apinya dari pelabuhan konsensi Vietnam ke Laos sehingga mereka punya jalur langsung ke pelabuhan miliknya,” ujar Rini.

Lebih lanjut, dia juga menawarkan teknologi angkutan barang dari pelabuhan konsensi bersama PT. Inka dan PT. KAI serta Bukit Asam kepada Laos. “ Nanti konstruksinya di kerjakan oleh holding BUMN konstruksi yaitu PT. Waskita Karya,”.

Seperti data yang dirangkum tim energi bangsa, Indonesia dan Laos juga akan melakukan kerjasama dalam pengembangan perkebunan. Rini berpendapat, Indonesia bisa membantu dengan melalui PT. Perkebunan Indonesia untuk mengambangkan perkembunan tebu, jagung dan kedelai di Laos. Terlebih lagi, perkebunan tersebut di Indonesia sudah bagus.

Dengan kerjasama ini kedua negara akan sama-sama diuntungkan. Selain itu, ke depanya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi Indonesia yang tentunya akan jadi energi bangsa.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Pemerintah Jepang Utamakan Tenaga Kerja Indonesia

Previous article

Garuda Indonesia Jadi Pelopor Angkut Kargo dengan Drone

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.