Perempuan pemimpin perusahaan
Salah satu perempuan yang menjadi pemimpin perusahaan. (dok.Viva.co.id)
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaRagam Bangsa

Indonesia Duduki Nomor Dua di ASEAN dalam Keberagaman Gender di Perusahaan

0

ENERGIBANGSA.ID – Indonesia menduduki peringkat kedua bersama Vietnam yang berada di peringkat ketiga di Asean dalam keragaman Gender di perusahaan. Data tersebut merujuk dari hasil sebuah penelitian yang berjudul Keanekaragaman Gender Dewan Perusahaan di Asean yang dilakukan oleh Internasional Finance Corporation. Penelitian tersebut  mensurvei lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di China dan Asia Tenggara.

Dari enam negara anggota Asean yang disurvei, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, laporan tersebut menunjukkan Indonesia dan Vietnam  memiliki sekitar 15 persen keragaman gender. Posisi Indonesia berada di bawah Thailand yang mempunyai 20 persen.

Nillai 15 persen tersebut menjelaskan bahwa  sekitar 15 persen kursi dewan di perusahaan terbuka di Indonesia dipegang oleh perempuan. Perusahaan-perusahaan tersebut mencakup sekitar 6 persen dari total perusahaan yang ada di studi ini. Dalam hal representasi perempuan di dewan, Indonesia setara dengan rata-rata yang dimiliki ASEAN yaitu 14,9 persen

Sementara menurut penelitian yang dilakukan organisasi atau lembaga bagian dari Bank Dunia tersebut, tiga industri teratas di Indonesia yang memiliki persentase jumlah anggota dewan perempuan tertinggi meliputi :

1. Bidang Perindustrian sebesar 26 persen

2. Real Estate sebesar 20 persen dan

3. Kebutuhan Pokok konsumer sebesar 15 persen.

Kendati begitu, dalam jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior indonesia masih tertinggal. Sebagaimana data yang diperoleh energibangsa.id, Indonesia hanya memiliki sekitar 18,4 persen saja. Padahal angka rata-rata di ASEAN berkisar 25,2 persen.

Penelitian Keanekaragaman Gender Dewan Perusahaan di Asean dilakukan untuk mengindentifikasi dan mengatasi kesenjangan utama antara laki-laki dan perempuan untuk memberikan solusi pembangunan yang lebih baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan serta peluang bagi semua.

 “Temuan kami menegaskan pentingnya keberadaan keberagaman gender yang lebih besar di ruang dewan di Asia. Dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh para perempuan dalam dunia bisnis, perusahaan-perusahaan Asia dapat menjadi lebih kuat, lebih berkelanjutan, dan lebih menarik dari investor,” papar Vivek Pathak, Direkteru Regional IFC, Asia Timur dan Pasifik, Kamis (27/6) seperti yang dikutip tim energibangsa.id dari liputan6.com

Hasil penelitian tersebut menunjukkan perusahaan yang memiliki lebih dari 30 persen anggota dewan perempuan Tingkat Pengembalian Aset (ROA) nya mencapai 3,8 persen. Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki anggota dewan perempuan dengan ROA yang  hanya sebesar 2,4 persen.

Sementara, untuk perusahaan yang memiliki lebih dari 30 persen anggota dewan perempuan nilai Rasio Pengembalian Ekuitas (ROE) mencapai 6,2 persen. Adapun perusahaan yang tidak memilikinya hanya sebesar 4,2 persen.

Solusi agar lebih banyak perempuan di dewan adalah dengan memperkenalkan mekanisme seleksi yang lebih formal untuk pemilihan ke anggotaan dewan. Kandidat perempuan juga perlu diberi visibilitas lebih besar melalui jaringan link perusahaan atau direktori anggota dewan perempuan di seluruh negara.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Antisipasi Hoax dengan Rajin Membaca

Previous article

Perang Dagang AS-Cina, Jokowi Berharap Ada Kesepakatan yang Menguntungkan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.