fbpx
InternasionalKabar Indonesia

Ilmuwan: Test Covid-19 Dapat Menggunakan Sampel Air Liur

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Penemuan-penemuan baru terus dikembangkan oleh ilmuwan dalam melakukan test COVID-19. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari Yale University mengungkapkan jika test untuk mendeteksi virus dapat menggunakan sampel dari air liur.

Tentu saja hal ini merupakan sebuah kabar baik untuk orang-orang yang ingin melakukan test COVID-19.

Seperti yang diketahui, untuk melakukan tes SWAB biasanya menggunakan sebuah alat panjang yang dimasukkan ke rongga hidung dan tenggorokan. Menyebabkan rasa yang tidak nyaman saat melakukannya.

Baca Juga : Solo dan Semarang akan Diprioritaskan Untuk Rapid Test Covid-19

Tim dari Yale University mengidentifikasi 70 pasien rumah sakit terinfeksi COVID-19 yang telah dikonfirmasi lewat SWAB test.

Setiap kali pasien melakukannya, peneliti juga meminta mereka melakukan tes air liur.

Hasilnya, menurut pengujian tersebut, tes dari sampel air liur bekerja lebih baik dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2.

Dalam lima hari pertama setelah diagnosis, 81% tes air liur kembali positif, dibandingkan dengan SWAB test sebesar 71%. Kesenjangan serupa tetap ada hingga 10 hari setelah diagnosis.

Selain itu, para peneliti mendeteksi lebih banyak salinan materi genetik virus dalam air liur pasien dibandingkan sampel yang diambil dari bagian belakang rongga hidung.

“Mengingat meningkatnya kebutuhan untuk pengujian, temuan kami memberikan dukungan untuk spesimen air liur yang potensial dalam diagnosis infeksi SARS-CoV-2,” tulis tim dalam laporannya di New England Journal of Medicine sebagaimana dikutip tim energibangsa.id.

Di studi kedua, para peneliti dari Kanada merekrut hampir 2.000 orang dengan gejala ringan yang konsisten dengan COVID-19 atau yang tidak memiliki gejala tetapi berisiko tinggi terinfeksi. Desain penelitian dimaksudkan untuk mensimulasikan kondisi skrining massal.

Baca Juga : Superstar Houston Rockets, James Harden Positif Covid-19

Partisipan melakukan SWAB test dan sampel air liur. Dari 1.939 rangkaian pengujian, sebanyak 34 kembali positif terinfeksi virus Corona.

Ada juga 14 kasus di mana virus terdeteksi di sampel air liur tetapi tidak di sampel hidung, dan 22 kasus yang kebalikannya benar. Studi ini dipublikasikan di Annals of Internal Medicine.

Meskipun SWAB test mendeteksi lebih banyak infeksi, tes air liur bekerja cukup baik untuk dipertimbangkan sebagai alat skrining, tulis tim dari University of Ottawa, Dalhousie University, dan Laboratorium Mikrobiologi Nasional Kanada.

“Tes air liur memberikan keuntungan potensial. Pengumpulan tidak memerlukan staf terlatih atau alat pelindung diri, dapat dilakukan di luar pusat pengujian, dan dapat ditoleransi dengan lebih baik dalam populasi yang menantang atau pediatrik,” tulis tim peneliti dilansir dari inet.detik.com

Dengan adanya penemuan baru ini juga membuat banyak orang dapat melakukan secara mandiri tanpa harus pergi ke tempat test.

Tentunya jika cara mulai dapat dilakukan maka dapat membebaskan dan meminimalisir tenaga medis terpapar dari virus dari orang-orang yang terinfeksi. (tata/EB)

Related Articles

Back to top button