fbpx
Olahraga

Ikuti Turnamen Dunia, Begini ‘Resep’ Jitu Shin Tae-yong Pimpin Timnas U-19

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Pelatih Timnas U-19 Indonesia Shin Tae-yong telah mengeluarkan jurus untuk melawan Timnas U-19 Kroasia, Bulgarian dan Arab Saudi di laga-laga International U-19 Tournament 2020.

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan memiliki misi khusus di laga-laga tersebut. Beckham Putra dkk telah mengeluarkan kemampuan terbaik saat bersua Timnas U-19 Kroasia di Stadion SRC Mladdos, Ckovvec.

Yuk simak tiga  jurus yang dikeluarkan Shin Tae-yong untuk hadapi tim-tim asal Eropa dan Asia Barat:

1. Pemulihan dan Penggenjotan Fisik

Shin Tae-yong melakukan pemulihan terhadap anak asuhnya pasca kekalahan 0-3 dari Timnas U-19 Bulgaria. Tak ingin terlalu lama meratapi kesedihan, anak asuhannya digenjot asupan fisik di latihan kemarin.

“Saat ini kami sedang melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Menu pokok yang kami berikan berupa fisik yang keras. Saya menyadari tim ini (Timnas U-19 Indonesia) sedang dalam proses,” tutur pria kelahiran 11 April 1969 seperti dilansir Kompas.com.

Kalau sudah dipulihkan psikisnya dan digenjot fisiknya. Apakah permainan Timnas U-19 Indonesia akan terus meningkat kedepannya?

2. Memotivasi Anak Asuh

Shin Tae-yong sering menceritakan kepada anak asuhnya saat melakukan TC di Negeri Balkan, agar tidak minder dengan postur mungil skuat Timnas U-19 Indonesia. Pelatih berusia 51 tahun itu, mengatakan, berpengalaman menukangi Korea Selatan menundukkan Jerman di Piala Dunia 2018 silam.

“Selalu dibilang oleh pelatih jangan melihat kekurangan soal postur. Juara bertahan Piala Dunia 2014 bisa tumbang,” ungkap Bagas Kaffa.

Selain Bagus Kaffa, Irfan Jauhari juga termotivasi oleh pelatih setelah diberikan arahan dan menonton video pertandingan setiap calon musuhnya, misalnya saat melawan Kroasia, Arab Saudi dan Bulgaria.

“Mereka mengandalkan bola mati. Hal itu harus diantisipasi dengan menjaga konsentrasi selama 90 menit,” tutur pemain Bali United menirukan instruksi pelatihnya.

Shin Tae-yong selain menjadi pelatih, ia bercerita pengalaman tentang tim-tim sebelumnya yang mampu mengalahkan tim raksasa, sekaliber Timnas Jerman.

3. Mengedepankan Proses, Ketimbang Hasil

Shin Tae-yong melakukan evaluasi pasca kekalahan pertama Timnas U-19 Indonesia. Ia menekankan kepada anak asuhnya untuk konsentrasi fisik karena Timnas U19 Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi selalu mencetak satu gol di babak pertama. Meski saat itu rekor kemenangan terbanyak pada turnamen ini masih dipegang tuan rumah.

Ia menekankan kepada anak asuhnya untuk mewaspadai setiap permainan lawan, utamanya saat mendapatkan bola mati.

Semoga di bawah asuhan Shin Tae-yong, Garuda Nusantara bisa unjuk kembali. Ciaaw. (Fadli/EB).

Related Articles

Back to top button