Surabaya
Seorang anak sedang memandang hamparan luas sampah. (dok prayogandoet.blogspot.com)
LifeNewsStyle

Ikuti Langkah Risma Ini, Jika Kotamu Ingin Bersih dari Sampah

0

ENERGIBANGSA.ID – Sampah masih menjadi permasalahan yang pelik di Indonesia. Dilansir dari gerakanirigasibersih.or.id, setiap harinya tumpukan sampah yang dihasilkan bisa mencapai 175 ribu ton atau setara 0,7 kg/orang.

Sementara sampah yang dihasilkan Indonesia setiap tahun diperkirakan bisa mencapai sekitar  66 – 67 juta ton.

Menurut riset terbaru yang dilakukan oleh Sustainable Waste Indonesia (SWI) memperlihatkan jenis sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sebanyak 60 persen, sampah plastik 14 persen, diikuti sampah kertas (9%), metal (4,3%), kaca, kayu dan bahan lainnya (12,7%).

Dari laporan itu diketahui juga sekitar 24 persen sampah Indonesia belum dikelola dengan benar. Tak ayal semua ini membuat Indonesia menduduki urutan kedua di dunia sebagai penghasil sampah terbesar.

Melihat permasalahan sampah seperti bola salju, pemerintah mendorong setiap daerah untuk terus berupaya membenahi permasalahan tersebut. Salah satu daerah yang berkomitmen akan hal tersebut ialah Surabaya.

Diketahui sebelum Tri Rismaharini menjabat sebagai Wali kota, Surabaya dikenal sebagai kota yang kotor dan dipenuhi dengan polusi.

Namun lambat laun permasalahan bisa diatasi karena dikelola dengan baik. semenjak Risma memegang pucuk pimpinan tertinggi kota Pahlawan itu.

Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi dunia Internasional melalui kunjungan Delegasi United Nations Environment Programme (UNEP) yang melihat langsung praktek pengelolaan sampah di Kota Surabaya, pada Minggu (28/10).

Rosa Vivien selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun berbahaya (PSLB3) mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak Delegasi UNEP ke Surabaya untuk menunjukan kepada dunia Internasional bahwa Kota Surabaya sudah melakukan upaya luar biasa dalam mengelola sampah secara berkelanjutan serta memiliki dampak ekonomi kepada masyarakatnya melalui pola-pola circular economy.

Tidak hanya dari luar negeri, apresiasi juga diberikan dari dalam negeri. Buktinya berbagai daerah melirik  Surabaya untuk menjadi rujukan penanganan sampah ditempat mereka.

Salah satunya seperti Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD DKI Jakarta yang belajar soal pengelolaan sampah dengan melakukan studi banding ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Lantas apa saja yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengelola sampah? 

Dalam kesempata itu, Risma pun membeberkan sejumlah langkah yang sudah dilakukan untuk mengelola sampah di Surabaya, Jawa Timur.

Tim energibangsa.id pun mencoba merangkum langkah-langkah yang yang sampaikan Risma pada pertemuan tersebut, dan Berikut adalah langkah-langkahnya :

1.Membuat Rumah Kompos

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menuturkan, hal pertama yang dilakukan untuk mengatasi masalah limbah sampah yaitu membangun rumah-rumah kompos.

Saat ini, sebanyak 28 rumah kompos dibangun tersebar di berbagai wilayah di Surabaya. Pembangunan rumah kompos ini dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah supaya dapat menyerap air dengan baik.

2. Hasilkan sumber energi listrik

Dari rumah kompos di Surabaya tersebut juga menghasilkan sumber energi listrik yang dapat digunakan oleh warga sekitar tempat pembuangan sampah terpadu (TPST).

Salah satunya lewat TPA Benowo, Surabaya yang sudah ada pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan energi sekitar 2-6 megawatt (mw).

3. Memantau angkutan pengambilan dengan baik

Risma, sebagaimana dikutip tim energibangsa.id dari Liputan6.com, menuturkan, angkutan pengambilan sampah juga harus terpantau baik sehingga tidak ada warga yang mengeluh terkait keterlambatan pengambilan sampah yang ada di tengah pemukiman warga.

“Saya tahu betul tiap kali penjemputan sampah, semua wilayah dapat terpantau. Dari pukul berapa diambil, nama drivernya, nopol angkutannya semua sudah terekam, sehingga tidak ada satupun yang terlewatkan,” kata dia.

Dengan jumlah penduduk yang kian meningkat, justru berbanding terbalik dengan masuknya sampah setiap harinya. Sebanyak 3,3 juta penduduk Surabaya dengan 1.300 ton sampah setiap hari.

4. Memisahkan sampah organik dan anorganik

Risma mengatakan, dalam mengelola sampah dengan baik dan benar juga butuh peran masyarakat. Masyarakat diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik dari tingkat rumah tangga.

“Sampah organiknya mereka bisa gunakan untuk rumah kompos bisa untuk urban farming, kemudian sampah organiknya mereka jual setiap minggu. Mereka kumpulkan dan jual,” ujar dia.

5. Anggaran

Pemerintah Kota Surabaya menganggarkan dana pengolahan sampah mulai dari pengolahan, pengangkutan sampah, penyapuan, pemeliharaan BBM, kendaraan sampah dan satgas kebersihan.

Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, kalau biaya pengolahan dan pengangkutan sampah Rp 120 miliar.

“Anggaran untuk pengolahan sampah, pengangkutan sampah, penyapuan, pemeliharaan BBM dan kendaraan sampah, dan satgas kebersihan total kurang lebih Rp 260 miliar,” ujar dia.

Ia menambahkan, anggaran tersebut juga termasuk pembuatan empat TPS 3R. Adapun Surabaya, Jawa Timur pada 2017, jumlah penduduk  mencapai 3,34 juta orang dengan TPS sebanyak 187 unit.

Nah demikian sobat energi langkah-langkah yang digunakan Kota Surabaya untuk menangani sampah dikotanya tersebut.

Mungkin bisa dijadikan referensi untuk mulai bersama memerangi sampah dikota-kota sobat energi tinggal.

Atau untuk kita pribadi, sobat energi,  bisa membantu dengan mengurangi menghasilkan sampah. Jadi yuk bersama memerangi sampah.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Mbah Moen di Mata Ganjar: Beliau Kyai Nasionalis yang Rendah Hati dan Penyayang

Previous article

Inilah Alasan Wanita Tertarik pada Pria Berseragam

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Life