fbpx
Nasional

Ikrar Setia Partai Demokrat itu Bukti Loyalitas Kader, Ini Poinnya!

SEMARANG, energibangsa.id—Babak baru isu kudeta kepemimpinan Partai Demokrat (PD) disambut dengan ikrar loyalitas dari para kader.

Janji loyalitas itu terwujud dalam ikrar kesetiaan dari 34 ketua partai atau Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat. Acara digelar di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (23/2/2021).

Ketua DPD Partai Demokrat membacakan ikrar setia, tunduk, dan patuh pada konstitusi Partai Demokrat dan menegaskan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum yang sah sesuai hasil Kongres V Partai Demokrat pada 2020.

Ikrar ini mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM yang disampaikan langsung kepada AHY.

Ini Poinnya

Poin ikrar kesetiaan adalah para Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia bertekad melawan pelaku kudeta atau yang diistilahkan PD sebagai Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Ketua DPD Partai Demokrat tersebut bertekad membangun dan membesarkan partai yang bangkit dan diterima publik.

Ikrar ini menggambarkan kesolidan secara nyata dalam menyikapi isu kudeta.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky, menegaskan ikrar Partai Demokrat menutup peluang kongres luar biasa (KLB).

Dalam AD/ART Partai Demokrat, salah satu syarat sah KLB adalah mendapat persetujuan dua pertiga ketua DPD sebagai pemilik suara.

“Sedangkan 34 DPD, alias 100 persen DPD, sudah menyampaikan ikrar kesetiaan pada hasil Kongres V tahun 2020, yang menetapkan AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat yang sah,” kata Herzaky.

Demokrat Bukan Untuk Diperjualbelikan!

SBY menekankan Partai Demokrat bukan untuk diperjualbelikan. Ia bahkan menegaskan Partai Demokrat tidak tergiur oleh uang, berapa pun besarnya.

“Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli Partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, Partai Demokrat not for sale!, “kata SBY dalam video yang diterima, Rabu (24/2/2021) lalu.

“Partai kami bukan untuk diperjualbelikan,” tegas mantan Presiden RI itu. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button