Kabar IndonesiaKesehatanRagam Bangsa

Ida Setyaningrung, Perawat Inovatif Asal Sragen

ENERGIBANGSA.ID – Perawat Puskesmas Ida Setyaningrung asal Sragen tak menyangka program Papilamis (Paguyuban Pijat Lansia dengan Minyak Serai) yang dirancangnya memenangi kompetisi Inovasi Pelayanan Kesehatan Tingkat Jawa Tengah.

Perawat 36 tahun tersebut membuat sebuah produk minyak serai yang digunakan untuk pijat para lansia. Melihat banyaknya keluhan kesehatan dari lansia yang datang ke Puskesmas Ngrampal, Kabupaten Sragen, Ida terpikirkan untuk membuat program Papilamis (Paguyuban Pijat Lansia dengan Minyak Sereh).

Lansia yang memeriksakan kesehatan di Puskesmas rata-rata mengeluhkan pegal-pegal yang tak kunjung hilang.

“Jadi diobati kumat lagi datang ke puskesmas lagi. Padahal hasil cek di laboratorium itu normal,” kata Ida, dilansir dari tribunjateng.com

Menurut Ida pegal linu biasa dialami oleh 60 persen lansia usia di atas 60 tahun. Berdasarkan keadaan yang ada di desa setempat, Ida bersama perawat yang lain berdiskusi bersama merancang pengobatan alternatif untuk mereka.

Manfaat serai ternyata tidak hanya sebagai peengkap bumbu dapur, serai bisa dibuat minuman teh atau dicampur rendaman air untuk mandi karena kandungan serai terdapat zat penting seperti kalsium, magnesium, potassium, fosfor.

Mungkin sobat energi masih ada yang belum tahu jika serai memiliki antioksidan yang cukup tinggi, khasiat tersebut yang menjadi alasan mengapa digunakan sebagai bahan dasat minyak pijat aromaterapi untuk relaksasi.

Para perawat yang mengikuti kompetisi Inovasi Pelayanan Kesehatan tersebut sepakat untuk menggunakan serai sebagai bahan dasar pembuatan minyak pijat di derita lansia.

“Kami memberdayakan masyarakat perihal pengguna tanaman sereh dipergunakan untuk memijat. Sebenarnya di Dukuh Ngablak yang kami bina ini ada banyak tanaman sereh, tapi masyarakatnya belum tahu manfaatnya,” ujar dia dilansir dari tribunjateng.com

Tanaman serai dimanfaatkan untuk pijat lansia sebagai pelemas otot, menyembuhkan radang sendi, meredakan otot tertarik hingga menghilangkan rasa lelah.

Cara membuat minyaknya ditumbuk, lalu dicampur dengan minyak yang lain bisa minyak goreng, baby oil, atau minyak kelapa lalu diurutkan ke bagian yang sakit.

Selanjutnya untuk cara penggunaan minyaknya selain diurut juga bisa dikompres. Perkembangan adanya Program Papilamis tersebut cukup manjur untuk pengurangi pengal-pegal yang dirasakan para lansia.

“Sejauh ini sudah menurun yang mengalami pegel linu. Penuruan sekitar 75 persen dari total 25 orang lansia. Mereka sudah bisa melakukannya sendiri dirumah,” lanjut Ida.

Harapan ke depannya semoga warga Dukuh Ngablak bisa melakukan penyulingan terhadap tumbukan serai. Sejauh ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen juga mendukung inovasi dari perawat puskesmas tersebut.

Ida bersama tim rekan se-puskesmas akan memperluas daerah binaan untuk menerapkan Program Papilamis tersebut.

Related Articles

Back to top button