Kabar IndonesiaNasionalOpini / Gagasan

Ibu Kota Dipastikan Pindah, Warganet Setujukah?

ENERGIBANGSA.ID – Wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia akan segera direalisasikan pada tahun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyatakan pengumuman resmi tersebut pada bulan Agustus mendatang.

“Ya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang Kalimantan mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustuslah,” kata Presiden Jokowi¬†seperti dikutip Energi Bangsa dari laman Setkab, Rabu (31/7).

Sinyal pemindahan Ibu Kota ini pertama kali dikuak oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Bambang mengungkapkan bahwa Ibu Kota Indonesia akan segera berpindah ke pulau yang memiliki jutaan pohon itu, namun belum disebutkan dengan jelas kota mana yang akan dipilih.

Menurut Presiden Jokowi, masih perlu dilakukan kajian mendalam dan menyeluruh sebelum mengambil keputusan ini. Hingga saat ini, kajian tersebut belum dapat difinalisasi.

Ayah dari Gibran Rakabumi ini menegaskan perlu pertimbangan yang matang dari segala aspek. Diantaranya seperti kajian mengenai air, ekonomi, demografi, masalah sosial politik, serta pertahanan dan keamanan.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi telah mengunjungi dua lokasi di Pulau Kalimantan yang disinyalir menjadi bakal calon Ibu Kota. Kedua lokasi tersebut adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim), dan Kabupaten Gunung Mas (Kalteng).

Menanggapi berita ini, masyarakat pun memberikan komentarnya melalui media sosial.

Jadi pemindahan Ibu Kota bukan suatu hal yang aneh dan juga ga perlu diperdebatkan. Petinggi-petinggi negara kita pastinya sudah punya hitungan yang matang kok terkait hal ini, jadi ga perlu khawatir gaes.

Cuitan Kiya melalui akun Twitter @kikiy23

Sebagai orang Kalimantan saya setuju sekali. Toh yang dipindahkan Ibu Kota adminstrasinya, bukan pusat ekonomi. Justru saya senang kalau Ibu Kota pindah ke Kalimantan supaya pembangunan merata dan supaya pusat bisa mengawasi oknum-oknum nakal yang selama ini merusak Kalimantan dan yang khwatir hutan rusak, Kalimantan tuh bukan hutan aja isinya.

Cuitan Khoirul Hafizh Lubis melalui akun Twitter @hafizh97

Gue merasa ini ide yang bagus malah. Jadi mirip Washington sama New York. Pusat kehidupan kota dan pusat pemerintahan itu beda jadi ketika ada demo atau apa ga mengganggu kehidupan. Segimana New York kayak penuh banget sedangkan di Washingtonnya ya termasuk lumayan sepi lah.

Cuitan Bin melalui akun Twitter @butuhokane

Meski ada yang mendukung rencana ini, namun ada juga yang memberikan penilaian pemindahan ini kurang tepat.

Saya gak setuju, jangan dirusak lagi ekosistem hutan, air, dan binatang yang hidup di Kalimantan. Belum dipindah jadi Ibu Kota pun hutan sudah rusak karena penambangan milik pemerintah dan asing. Lebih baik fokus urus utang negara makin bertambah, ekonomi merosot, BUMN merugi dan lain-lain

Cuitan Borneo melalui akun Twitter @kmrh_1783

Kalo gua sebagai anak kalkulator alias lulusan ekonomi ga setuju Ibu Kota pindah. Karena dana untuk membangun infrastruktur pasti bisa sampai ratusan triliun, mending duitnya buat bayar utang negara woy. MRT aja masih ngutang.

Cuitan Mas Alo melalui akun Twitter @sepongbebb

Saya sebagai santri Kalimantan tidak setuju dengan pemindahan Ibu Kota. Jujur, banyak dari kami yang juga tidak setuju karena kami takut akan segala hal yang tidak diinginkan, seperti maksiat, banyak korupsi, dan hal-hal lainnya. Karena sebab itulah banyak terjadi bencana alam.

Cuitan Last Fantasi melalui akun Twitter @zhong_jaehyun

Meski mendulang pro dan kontra, namun bukan orang Indonesia namanya jika tidak bisa melihatnya dari sisi komedi. Seperti tanggapan berikut.

Gapapa selama pindahnya ke pulau atau kota lainnya juga. Daripada pindah ke botol sirup, nanti namanya ganti jadi ibuprofen.

Cuitan Rahma melalui akun Twitter @rahmasar_

Nanti pas ibukota pindah ke Kalimantan;

“Orang kota ya?”

Bukan bang, dari Jakarta. Hehe

“Oh dari kampung”

Cuitan Heri melalui akun Twitter @_hrst

Bagaimana pandangan Sobat Energi terkait hal ini? Apakah Jakarta masih layak menjadi Ibu Kota Indonesia?

Related Articles

Back to top button