fbpx
Dunia

Ibadah Umrah Dibuka Kembali Awal November, Simak Faktanya

SEMARANG, energibangsa.id – Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir membuat banyak aktivitas yang belum dapat berjalan seperti semula. Salah satu yang turut terkena imbasnya adalah aktivitas umrah dan haji yang ditangguhkan sejak awal Maret 2020.

Namun sejak 4 Oktober 2020 lalu, Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dilakukan secara bertahap.

Melihat hal tersebut, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) yang merupakan gabungan penyelenggara haji dan umrah memberitahukan jika ibadah umrah per 1 November 2020 akan dibuka kembali setelah melalui uji coba sendiri pada 4 dan 18 Oktober 2020.

“Insyaallah jika tidak ada halangan, dimulai pada 1 November nanti ibadah umrah akan dibuka kembali untuk semua negara. Sebelumnya sebanyak 6.000 jamaah sudah melakukan uji coba pada tanggal 4 Oktober kemarin, dan sebanyak 20.000 jamaah sholat 5 waktu,” ujar Firman.

“Lalu di tanggal 18 Oktober lalu sebanyak 15.000 jamaah umrah melakukan uji coba dan ada sebanyak 90.000 sholat 5 waktu,” imbuhnya.

Firman M Nur yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Amphuri mengungkapkan jika dari pengamatan yang ia lakukan, jumlah tersebut mengalami peningkatan kapasitas.

Meski demikian, Firman mengatakan jika pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jumlah kuota umrah. Firman hanya mendapatkan informasi jika umrah untuk skala internasional akan dimulai kembali pada 1 November 2020.

“Sampai saat ini pihak kami belum mendapatkan persentase jumlah jamaah, namun sebagai gambaran totalnya ada sebanyak 20.000 saja per hari. Untuk kuota Indonesia nantinya dapat berapa kami juga belum mendapatkan informasinya,” tuturnya.

Selain itu, Ketua Amphuri, Ardiansyah Arsyad juga mengatakan jika Pemerintah Arab Saudi sudah membuat standar umur bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah, yaitu yang berumur 20-50 tahun. Sebelum berangkat, pihak penyelenggara juga akan membuat surat pernyataan yang menjadi bukti apabila jamaah terjangkit Covid-19 maka harus tinggal di Arab Saudi.

“Yang menanggung biayanya adalah jamaah bukan Pemerintah Arab Saudi,” kata Ardiansyah.

Jika nantinya terdapat biaya tambahan yang berada di luar dari perjanjian, maka biaya tersebut jamaah yang akan menanggung.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button