fbpx
Sosial & Budaya

Hukum Ziarah Kubur dalam Tradisi NU

ENERGIBANGSA.ID–Salah satu tradisi yang biasanya dilakukan oleh umat Muslim, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Ramadan dan saat lebaran Idul Fitri adalah ziarah kubur atau pungguan.

Pada masa awal Islam, rasulullah SAW memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah umat Islam.

Rasulullah SAW hawatir kalau ziarah kubur diperbolehkan. Umat Islam akan menjadi ‘penyembah kuburan’.

Rasulullah mengijinkan

Seteleh akidah umat Islam kuat dan tidak ada kekhawatian untuk berbuat syirik, Rasulullah SAW membolehkan pra sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur.

Itu dikarenakan ziarah kubur dapat membantu umat Islam untuk mengingat saat kematianya. Buraidah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad tetah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang, berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.” (HR. At-Tirmidzi).

Dengan adanya hadits ini maka ziarah kubur itu hukumnya boleh bagi laki-laki dan perempuan.

Membaca Surat Yasin

Ketika berziarah seseorang dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an atau lainnya. Ma’qil bin Yasar meriwayatkan Rasul SAW bersabda: “Bacalah surat Yasin pada orang-orang mati di antara kamu”. (HR Abu Daud)

Maka, ziarah kubur itu memang dianjurkan dalam agama Islam bagi laki-laki dan perempuan. Sebab didalamnya terkandung manfaat yang sangat besar.

Baik bagi orang yang telah meninggal dunia berupa hadiah pahala bacaan Al-Qur’an. Atau pun bagi orang yang berziarah itu sendiri, yakni mengingatkan manusia akan kematian yang pasti akan menjemputnya. (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button