fbpx
Lewat ke baris perkakas
Seni Sastra & Budaya

Hukum Memakai Susuk dalam Islam

energibangsa.id — Sobat energi, pernahkah kalian mendengar istilah guna-gunapeletsusuk, dan sejenisnya? Jika jawabannya iya, berarti memang benar bahwa istilah-istilah itu sangat familiar di dunia ‘klenik’ tanah air.

Istilah-istilah yang disebutkan di atas pada dasarnya bagian dari sihir yang berfungsi memikat hati seseorang, atau lawan jenis.

Sebagian para pedagang, juga acapkali menggunakan sihir penglarisan baik berupa susuk atau cara lain. Ilmu-ilmu sihir berupa guna-gunapeletsusuk dalam syariat Islam disebut dengan istilah Tiwalah.

Mengenal Susuk

Dalam jurnal berjudul ‘Susuk-Black Magic Exposed “White” by Dental Radiograph’ sebagaimana dilansir dari Tirto.id (18/9/2020) disebutkan, susuk berakar pada budaya Melayu dan dipraktikkan secara luas di kalangan wanita di negara-negara Asia Tenggara.

Jarum susuk ini terbuat dari emas atau logam berharga lainnya yang ditanamkan oleh dukun atau orang pintar; dan sebagian masyarakat menyebutnya “bomoh”. Jarum susuk ditanamkan dalam jaringan wajah dan tubuh untuk bertindak sebagai jimat yang dipercaya dapat meningkatkan daya tarik atau pesona.

Baca Juga : Bagaimana Dokter Jelaskan Santet dan Susuk?

Praktik susuk sebagian besar dilakukan dengan tujuan agar terlihat menarik bagi orang lain atau tak terkalahkan. Adapun manfaat lain dari seorang pemakai susuk antara lain membawa kesuksesan dalam bisnis atau karier, serta sukses mendapatkan lelaki atau perempuan yang diidamkan secara mudah.

Hukum dalam Islam

Dalam Islam sendiri, susuk sudah terkenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Susuk pada zaman itu disebut dengan ‘At-tiwalah’. Kemudian, sejak zaman itu pula, Rasulullah SAW menyatakan bahwa memakai susuk termasuk perbuatan syirik. Berikut sabda Rasulullah SAW terkait dengan pemakaian susuk:

 “Sesungguhnya jampi, jimat dan ‘tiwalah‘ adalah kesyirikan.” (HR.Ibnu Majah dan Ahmad)

Kemudian, dalam Shahih Ibnu Hibban, Sahabat bertanya kepada Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu:

“Wahai Abu Abdurrahman, tentang jampi dan jimat kami sudah paham, lalu apa yang disebut dengan ‘at-tiwalah‘?” Beliau menjawab, “Sesuatu (susuk) yang dibuat dan diklaim dapat menjadikan suami cinta kepadanya.”

Pernyataan lain datang dari Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, menjelaskan tentang definisi “Tiwalah” yang dihukumi sebagai perbuatan syirik oleh Nabi, diungkapkan seperti:

 “Sesuatu (susuk) yang dipasang pada wanita untuk mendatangkan cinta suaminya dan ini merupakan bagian dari sihir.”

Dengan pernyataan – pernyataan di atas, sudah dipaparkan secara jelas dan gamblang bahwa susuk merupakan sebuah bentuk perbuatan syirik. Terutama ketika dimulai saat sang pemakai mendatangi dukun untuk dipasangkan susuk ke dalam dirinya.

Perbuatan ini sudah jelas diancam oleh Rasulullah SAW tentang siapa yang mendatangi dukun, maka ia sudah termasuk sebagai orang yang kufur.

 “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan atas Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Jadi, terkait susuk yang biasanya dipasangkan di wajah atau pada anggota badan yang lain dalam Islam disebut perbuatan syirik. Sobat energi, semoga kalian tak ikut-ikutan memakai susuk ya? (*)

Related Articles

Back to top button