fbpx
Religius

Hukum Makan Daging Mentah Dalam Pandangan Islam

ENERGIBANGSA.ID – Budaya memakan makanan mentah sudah di lakukan di berbagai negara, namun di Indonesia kebiasaan ini nyatanya belum cukup lazim untuk dilakukan.

Seperti diketahui, makanan pada dasarnya dimasak untuk menghilangkan bakteri yang ada di dalamnya sebelum masuk ke tubuh.

Namun, tren kuliner saat ini semakin beragam, terlebih di Indonesia sudah  masuk beragam jenis kuliner mentah dari berbagai macam negara, salah satunya Jepang dengan Sashimi dan Korea dengan Yukhoe.

Jika melihat kebiasaan mereka memakan daging mentah rasanya seperti baik-baik saja, ya.

Hal ini menjadi banyak pertanyaan, khususnya umat muslim apakah hukum memakan daging mentah dalam pandangan Islam?

Hukum Makan Daging Mentah Dalam Pandangan Islam

Menjawab pertanyaan mengenai halal atau haram hukumnya memakan daging mentah masih menjadi tanda tanya.

Dikatakan oleh Ustadz Hanif Luthfi, Lc., MA dalam videonya, bahwa dalam syariat Islam tidak terdapat batasan diharuskan makan sesuatu yang matang atau metah.

Alasanya, makanan mentah dan matang tidak menjadi batasan halal atau haram.

Para ulama juga mengatakan, misalnya Ibnu Mublin dalam kitab al-furug menyebutkan “Dibolehkan makan daging yang mentah.”

Tidak ada dalil yang melarang orang makan daging dengan keadaan mentah, walaupun sebagian ulama juga mengatakan hukumnya makruh.

Alasan makruh adalah ditakutkan daging mentah tersebut membahayakan bagi tubuh.

Ketika kita makan dalam keadaan mentah bisa jadi masih meninggalkan bakteri yang banyak dan kurang higienis.

Hukum Makan Daging Mentah Dalam Pandangan Islam
Ilustrasi memakan Sashimi / SAS ASMR

Perhatikan juga campuran yang diberikan kepada daging. Sebagai contoh Sashimi, bila dagingnya tidak haram, namun jika saus celup yang disajikan terkandung alkohol maka hukumnya menjadi haram.

Related Articles

Back to top button