fbpx
Kabar DaerahPendidikan

Hendrar Prihadi Kaji Ulang Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Setelah PPKM

SEMARANG, energibangsa.id – Proses pelaksanaan pembelajaran tatap muka sepertinya akan segera terlaksanakan seiring dengan kegiatan PPKM usai pada tanggal 25 Januari 2021 nanti.

Pemerintah Semarang dipmpin Walikota Semarang Hendrar Prihadi  melakukan pengkajian ulang terkait ada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang memperbolehkan PTM dilakukan mulai awal Januari 2021 harus ditunda,

Beliau meninjau kembali kondisi situasional terkait kesiapan sekolah untuk kembali mengadakan kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Hal itu disampaikan pada talkshow yang bertema “Siapkah kembali sekolah saat Corona belum kalah?” yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang, pada Jumat (15/01/2021).

Melansir Tribunnews, Ia menuturkan, Kota Semarang menjadi daerah yang harus menerapkan PPKM Jawa-Bali karena tingkat kasus aktif di Kota Semarang lebih tinggi dari nasional. Sehingga harus ikut menerapkan kebijakan pembatasan dari pemerintah pusat, yang mengadopsi kebijakan PKM Kota Semarang dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Dikatakannya, berdasarkan SKB 4 menteri, Kota Semarang sebenarnya telah bersiap melakukan PTM di tingkat SD dan SMP yang dimulai Januari 2021 ini. Keputusan tersebut diambil setelah rapat bersama dengan seluruh pihak terkait yang terpaksa menunda KBM.

Dan harus dengan izin dari berbagai pihak salah satunya orang tua siswa beserta Satgas Covid-19. Nantinya akan dilakukan secara bertahap, seiring proses vaksinasi yang dilakukan kepada kelompok klaster penerima prioritas seperti nakes.

Dalam talkshow tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran Unimus, Tri Kartika Setyarini menyampaikan bahwa siswa SD dan SMP sangat rentan tertular Covid-19. Sehingga mereka harus dilindungi.

“Dari hasil penelitian, prosentase siswa tertular cukup tinggi. Dari 8 orang yang tertular, di antaranya usia anak sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menegaskan, bahwa pihaknya akan mulai menerapkan PTM jika kasus Covid-19 di Kota Semarang sudah menurun dan Kota Semarang menjadi zona kuning atau oranye.

“Kalau Kota Semarang sudah zona kuning atau oranye, baru kita mulai pembelajaran tatap muka. Tapi secara bertahap, tidak bisa serentak,” ujarnya.

Zona Covid-19 itu nantinya akan dilihat atau dikaji kembali setelah PPKM 11-25 Januari selesai. Jika kasus Covid-19 Kota Semarang masih tinggi dan zona masih merah, maka pembelajaran tatap muka belum bisa diterapkan.

Gunawan berharap, distribusi vaksin Covid-19 bisa segera dilakukan sehingga angka kasus menjadi berkurang. Dengan begitu, persiapan tatap muka yang sudah dilakukan, bisa langsung diterapkan pada sekolah.

“Nanti setelah PPKM, akan kita kaji, kita lihat zonanya. Kalau sudah kuning, kita mulai terapkan. Tapi tetap menunggu izin dari pak wali,” tegasnya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button