fbpx
Kabar Daerah

Hendi Minta Warga Tambakrejo Segera Tempati Kampung Nelayan

SEMARANG, energibangsa.id – Normalisasi Banjir Kanal Timur merupakan salah satu project strategis penanganan banjir di Kota Semarang. Namun belum semulus yang diharapkan.

Sejak tahun 2018, penyelesaian normalisasi Banjir Kanal Timur menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam kaitan pembebasan lahan untuk pelaksanaan project tersebut dengan upaya persuasif dan intensif.

Salah satunya warga Tambakrejo yang menolak tawaran pindah ke rusunawa yang telah disediakan, pada negoisasi dengan Hendi tahun lalu pun terasa alot dan berlarut-larut.

Ia pun mengambil jalan tengah dengan membangunkan sebuah Kampung Nelayan untuk masyarakat, di lahan yang tidak terdampak project Banjir Kanal Timur.

Dirinya juga beberapa kali langsung mendatangi warga untuk berkomunikasi tentang keberlanjutan project tersebut guna mengawal secara langsung.

Hendi meyakinkan warga bahwa dia memegang komitmen untuk membangun Kampung Nelayan di wilayah Kalimati, lokasi yang dipilih warga karena tidak berjauhan dengan lokasi tempat tinggal mereka semula. 

Pada tanggal 7 Agustus 2019, Hendi mulai menepati janjinya dengan meresmikan Mushola Al Firdaus, tidak jauh dari tempat tinggal warga Tambakrejo semula.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga kembali menegaskan bahwa Kampung Nelayan akan segera dibangun sebagai wilayah tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk warga Tambakrejo.

Kini sesuai janji Hendi, Kampung Nelayan sekarang telah didirikan oleh Pemerintah Kota Semarang yang diperuntukkan bagi warga Tambakrejo.

Untuk itu Wali Kota Semarang tersebut kembali mengundang perwakilan warga Tambakrejo, agar area permukiman tersebut dapat segera dimanfaatkan.

Bertempat di kantornya di Jalan Pemuda, Kota Semarang, Hendi menerima warga Tambakrejo, Senin (25/1).

“Sebenarnya pada 19 Januari lalu, kita akan meresmikan proyek pembangunan Pemerintah Kota Semarang, salah satunya proyek pembangunan kampung Nelayan Tambakrejo. Tapi karena Pemerintah pusat memberlakukan PPKM, maka sedulur – sedulur ini masuk dulu saja,” pinta Hendi kepada jajarannya yang mendampingi menerima warga Tambakrejo.  

Melansir Tribunnews, Hendi juga menekankan apa yang diupayakannya tersebut merupakan bagian dari komitmennya dalam menangani persoalan rob dan banjir di wilayah Semarang bagian timur, yang antara lain melakukan normalisasi 5 sungai besar, meliputi Kali Tenggang, Kali Sringin, Kali Babon, Kali Banger, serta Banjir Kanal Timur.

“Jadi mudah-mudahan dengan adanya kampung nelayan Tambakrejo ini dapat memberi manfaat bagi warga dan Insyaa Allah akan memberi kebermanfaatan untuk kepentingan besar masyarakat Kota Semarang,” pungkas Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman Kota Semarang, Ali, mengungkapkan akan segera melakukan pengundian kepada 97 KK agar dapat segera menempati Kampung Nelayan.

“Jadi semuanya sudah siap untuk rumah yang akan ditempati termasuk nomor-nomor undian bagi warga juga sudah kita siapkan.Harapannya dengan pengundian ini, akan lebih adil, tidak ada saling iri semata-mata untuk kebaikan bersama khususnya bagi warga yang akan menempati kampung nelayan Tambakrejo,” terang Ali.(Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button