fbpx
Kabar Indonesia

Hendi: Covid di Semarang Tak Semeledak Info dari Pusat

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Kota Semarang tiba-tiba bak tertampar mukanya, panas, gerah dan gregetan. Hal ini lantaran informasi pusat yang menyebut Semarang sebagai kota paling aktif reaksi Covid-19.

Tak diduga, Semarang menyumbang kasus paling tinggi, yakni 2.591 kasus. Posisi runner-up, yakni Kota Medan dengan kasus aktif 1.454 kasus disusul Jakarta Timur 1.429 kasus.

Lalu, Jakarta Barat 1.372 kasus, Kota Makassar 1.363 kasus, Jakarta Pusat 1.312 kasus, Jakarta Selatan 1.149 kasus, Kota Surabaya 1.116 kasus, Kota Depok 1.043 kasus, Jakarta Utara 1.043 kasus, Jakarta Utara 1.043 kasus, dan Kota Bekasi 1.025 kasus.

Mendengar kabar itu, netizen pun heboh. Banyak masyarakat yang protes, sementara Dinas Kesehatan Kota Semarang segera mengklarifikasi bahwa kasus di Semarang hanya ada 549 kasus aktif.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi lewat akun twitter membeberkan hasil rapat dengan Kedutaan Inggris via daring.

“Dalam online meeting dengan British Embaasy kami sampaikan, bahwa data real Covid-19 yang ada di Kota Semarang tak semeledak seperti yang terlaporkan di tingkat pusat”, tulis akun @hendrarprihadi.

“Kami masih mencoba berpikiran positif terhadap adanya gelombang berita terkait perbedaan data tersebut”, imbuhnya.

“Karena besar atau kecilnya data statistik, Covid-19 tetap masih menjadi salah satu pekerjaan besar Pemerintah Kota Semarang, yang terus diupayakan (nb: PKM Kota Semarang belum pernah dicabut)”, jelasnya.

“terima kasih atas perhatian semua pihak pada Kota Semarang, baik dari dalam negeri, maupun luar negeri. Bismillah…”, tutupnya. (dd/EB).

Related Articles

Back to top button