fbpx
Pojok Bangsa

Heboh Kaum Anjay, Laporan Lutfi Agizal di Respon KPAI

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Beberapa waktu yang lalu, kata “anjay” menjadi trending di segala lini media sosial Indonesia.

Hal ini tak lepas dari video kontroversial yang dibuat artis sekaligus youtuber Muhammad Lutfi Agizal yang membahas tentang orang-orang yang suka berbicara “anjay” di muka umum.

Dalam video tersebut, ia memanggil pakar bahasa hingga psikolog untuk membahas dan membedah kata “anjay” yang dirinya yakini bisa merusak moral bangsa.

Berdasarkan hasil wawancaranya dengan seorang pakar bahasa, Lutfi menyimpulkan bahwa kata tersebut memiliki makna kasar.

“Apabila ada public figure dan tokoh yang sudah terlanjur mengucapkan kata tersebut, alangkah baiknya minta maaf karena telah menyiarkan kalimat yang bermakna bisa buruk kepada masyarakat umum. Selanjutnya public figure itu lebih baik men-take down konten atau sesuatu yang ia ucapkan ada unsur kalimat anjay, anjrit, bgst, yang tadi kita bahas itu buruk,” katanya dalam cuplikan di konten Youtubenya, Rabu (19/8).

Atas dasar itulah, pacar anak Iis Dahlia itu terus semangat menggaungkan untuk tidak lagi mengucapkan kata “anjay”.

Bahkan, pria kelahiran semarang, sempat mengunggah tulisan yang menohok yang ditunjukan kepada kaum “anjay” di akun instagram miliknya.

“Wahai kaum ANJAY. Skakmat kau !!! Bagaikan setan yang kepanasan melihat sebuah edukasi dari bahaya kata ANJAY. INGET INI BARU PART 1 ya !!! Masih ada 5 narasumber lagi (Psikolog, Lawyer, Ustad ) soon LSM dan yang lain sudah siap support edukasi ini,” tulis @luftiagizal di akun Instagram, seperti pantauan dari tim energibangsa.id.

Namun, aksinya ini malah menuai kritikan dari banyak pihak, termasuk juga sejumlah publik figur diantaranya Nikita Mirzani dan Young lex.

komentar artis nikita mirzani yang tidak setuju terhadap video lutfi agizal. (sumber: jambi express.com)

Meskipun tak menyebut nama, konten dan unggahan tulisan di akun instagram pribadinya tersebut dianggap beberapa orang menyerang Rizky Billar dan Lesty yang kerap menggunakan kata tersebut.

Lutfi bahkan disindir pansos alias panjat sosial dengan menyerang Rizky Billar dan Lesti.

Seolah tak gentar dengan hujatan, Lutfi terus maju dan berjuang agar kata “anjay” tak lagi digunakan oleh orang-orang.

Yang terbaru diketahui, Lutfi sampai membuat laporan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Laporan itu, melansir indozone.id, dibuat Lutfi, lantaran ada sejumlah anak yang terekam asyik mengucapkan kata “anjay”. Lutfi menilai bahwa perkataan itu tak pantas disebutkan oleh anak-anak.

Unggahan media sosial instagram Lutfi Agizal saat melihat rekaman anak-anak yang berbicara “anjay’ yang dikirmkan ke KPAI. (sumber: indozone.id)

Setelah mengirim laporan ke KPAI, permohonan Lutfi rupanya mendapatkan respon Komnas PA pada Sabtu, (29/8), lewat rilis resmi mereka.

“Untuk menjawab pertanyaan dan pengaduan masyarakat kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak terkait sedang banyaknya perbincangan mengenai istilah “anjay” sehingga viral di media sosial dan berdampak kepada kekhawatiran banyak pihak terutama orang tua kepada anaknya,” demikian pernyataan KPAI lewat akun Instagram resmi mereka.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua KPAI, Arist Merdeka Sirait dan Sekretaris Jenderal KPAI Dhanang Sasongko, penggunaan kata “anjay” itu harus dilihat dari berbagai sudut pandang, tempat, dan makna.

Unggahan di media sosial Lutfi agizal terkait rilis pernyataan resmi dari KPAI. (sumber: instagram @luftiagizal)

Menurut KPAI, mengutip tempo.co, istilah “anjay” dianggap hal biasa jika digunakan sebagai bentuk pujian, kekaguman, serta tak memicu amarah subyek.

Namun jika kata tersebut digunakan untuk merendahkan martabat seseorang, maka digolongkan sebagai bentuk kekerasan verbal hingga bisa terjerat hukum.

Jika disebutkan sebagai kata pengganti ucapan salut maka kata “anjay” bermakna kagum atas satu peristiwa misalnya memuji salah satu produk yang dilihatnya di media sosial diganti dengan istilah “anjay”.

“Untuk satu aksi pujian ini tidak mengandung kekerasan atau bullying, di mana istilah tersebut tidak menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, dan merugikan,” tulis pernyataan itu.

Namun, KPAI juga menyebutkan bahwa jika istilah “anjay” digunakan untuk merendahkan orang lain, maka hal tersebut bisa dikenakan tindak pidana sebagai bentuk kekerasan verbal.

Terkait jawaban dari KPAI  tersebut, Lutfi pun mengucapkan rasa syukurnya, sambil menunggah ulang pernyataan resmi tersebut di akun Instagram miliknya.

Alhamdulillah semoga semakin banyak yang peduli untuk generasi kita selanjutnya. Ini kisahku memperjuangkan demi anak bangsa kita. Yukk kita sama-sama peduli akan generation kita selanjutnya. Lebih baik mencegah bukan? Toh ini juga demi bangsa kita, #Savenextgeneration!” tulis Lutfi dalam unggahan terbarunya, Sabtu, (29/8).

Namun unggahannya tersebut justru kembali memancing komentar pedas netizen. Sebagian menganggap Lutfi tak paham dengan penjelasan KPAI.

“Baca dulu njay, itu isinya apa kan tergantung SUDUT PANDANGNYA WKWKWKWK,” tulis akun @kurniasoniagusta.

“Liat dari paragraf 2 aja udah jelas “dari sudut pandang, tempat, dan makna” berarti masih boleh gaess asal sudut pandang, tempat, dan maknanya positif,” tulis akun @asyifaamandanda.

Sementara itu kedepannya, Lutfi berencana mengundang Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, agar mau berbicara di channel youtube-nya.

Namun Retno belum memberikan jawaban atas ajakan Lutfi dan ingin membicarakan dahulu dengan kawan-kawan nya di KPAI.

“Bung Lutfi juga bersurat melalui japri ke saya untuk KPAI menjadi narasumber diskusi di channel Youtube Lutfi Agizal, tapi belum saya bicarakan dengan kawan-kawan Komisioner yang lain. Nanti analis pengaduan KPAI akan menangani, artinya akan ada proses di KPAI sebelum dibicarakan dalam rapat pleno komisioner,” lanjutnya. [Gilban/EB]

Related Articles

Back to top button