buku menjerat gus dur
Politik

Heboh Buku “Menjerat Gus Dur”, Ini Fakta Sebenarnya

0

ENERGIBANGSA.ID – Buku berjudul “Menjerat Gus Dur” hasil investigasi Virdika Rizky Utama kini tengah viral, terutama di kalangan Nahdliyin. Buku yang berasal dari jejak dokumen rahasia Partai Golkar itu membongkar persekongkolan poliltik yang dilakukan para elite politik di kala itu.

Sebagaimana termaktub dalam buku itu, ada nama-nama politisi senior seperti Akbar Tanjung, Amien Rais, Fuad Bawazier, Fadel Muhammad, Anas Urbaningrum, Arifin Panigoro (PDIP), dan tokoh HMI yang lain untuk melengserkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi Presiden.

Gus Sholah, adik kandung Alm Gus Dur pun angkat bicara. Menurutnya, semua parpol saat itu memakzulkan Gus Dur dari kursi RI 1.

Dalam dokumen itu dinyatakan bahwa Menteri Keuangan di era Soeharto, Fuad Bawazier, merupakan kepala operasi yang membagi tugas kepada beberapa pihak untuk menggalang opini, menjaring dukungan masyarakat, propaganda media, termasuk merekrut preman dan cendekiawan.

Disebutkan dalam dokumen bahwa Fuad memainkan isu Buloggate dan Bruneigate untuk menggulingkan Gus Dur. Dokumen yang diberi nama skenario semut merah itu dikirimkan kepada Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Akbar Tanjung, pada 29 Januari 2001.

Butuh Biaya 4 T untuk Melengserkan Gus Dur

Dilansir dari bangsaonline.com tak tanggung-tanggung, untuk melengserkan Gus Dur, Fuad Bawazier menyiapkan dana Rp 4 Triliun, termasuk untuk memobiliasi demo mahasiswa, menciptakan instabilitas, dan menyiapkan bom-bom kerusuhan.

Merespons gegap gempita buku “Menjerat Gus Dur” itu, Dr. Imron Rosyadi Hamid, orang dekat Yenny Wahid – putri Gus Dur – mengungkapkan bahwa, persekongkolan politik untuk menjatuhkan Gus Dur, tidak hanya dilakukan Akbar Tanjung Cs, tapi juga dilakukan A Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Muhaimin Penjerat Gus Dur

“Muhaimin penjerat Gus Dur jilid II,” kata Imron Rosyadi Hamid yang kini Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Tiongkok dalam rilis resminya sebagaimana termaktub di bangsaonline.com

Menurutnya, Gus Dur dikalahkan Muhaimin dalam kasasi MA. “Hanya berselang sebulan dari keputusan Pengadilan Negeri Jaksel, Gus Dur kemudian melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung. Permohonan kasasi Gus Dur melawan Muhaimin Iskandar ini ditolak MA tanggal 22 Juli 2008, melalui keputusan No 441 K/PDT.Sus/2008. KH Abdurrahman Wahid dan kawan-kawan juga dihukum membayar biaya perkara sebesar Rp 500.000,” kata Imron Rosadi Hamid.

Padahal, Gus Dur adalah pendiri PKB dan secara sah Ketua Dewan Syuro PKB. Tapi dikudeta di tengah jalan lewat persekongkolan politik oleh Muhaimin Iskandar dan kroninya.

Konspirasi Terbongkar

Kini sejarah telah membongkar semua konspirasi elit politik yang mendzalimi Gus Dur. Para elit politik itu mulai menuai kedzalimannya sendiri, termasuk Muhaimin Iskandar.

Di antaranya terbongkarnya dugaan korupsi Muhaimin Iskandar yang disinyalir menerima uang Rp 6 miliar dalam kasus korupsi proyek infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR).

Terbongkarnya dugaan keterlibatan Muhaimin Iskandar ini berasal dari pengakuan Musa Zainuddin, mantan anggota DPR RI dari PKB, yang kini mendekam di penjara Sukamiskin Bandung dengan vonis 9 tahun. Musa Zainuddin mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kepada KPK.

Ia mengungkap bahwa uang sebesar Rp 6 miliar (dari Rp 7 miliar) hasil kejahatan korupsi di KPUPR itu disetor ke Muhaimin Iskandar lewat Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB, atas arahan Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU yang saat itu ketua Fraksi PKB di DPR RI.

Mengawal Kasus

Imron Rosyadi Hamid berharap publik terus mengawal kasus dugaan korupsi Muhaimin Iskandar ini. “Meskipun kita percaya bahwa KPK akan bisa mengungkap secara terang benderang, tetapi publik harus tetap ikut mengawal. Jangan sampai proses penegakan hukum kalah dengan kekuatan politik,” tegas Imron Rosyadi Hamid.

Semoga kebenaran akan semakin terungkap, dan kita bisa mengetahui mana politisi yang berpolitik untuk negara dan mana yang berpolitik untuk golongannya saja.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Waspadalah, Daftar Lembaga Amal Ini Selewengkan Donasi Kemanusiaan untuk Terorisme

Previous article

Sahala Saragih, Mitos dan Anomali yang Mengubah Sepakbola Jepara (2)

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Politik