Ragam Bangsa

Heboh, 57.000 Ton Emas Kraton Jogja Dijarah Inggris? Ini Kata Sejarawan

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Sosok yang mengklaim keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II  menuntut pemerintah Inggris agar mengembalikan rampasan harta pada saat penjajahan. Kabarnya, selain karya sastra dan pusaka, juga 57 ribu ton emas dijarah Thomas Stamford Raffles saat itu.

Lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7), Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional HB II, Fajar Bagoes Poetranto menyatakan, pihaknya mengharapkan harta dan benda bersejarah yang dijarah tentara Inggris pada Perang Sepehi tahun 1812 dikembalikan.

“Kami minta untuk dikembalikan. Barang-barang tersebut merupakan salah satu bagian dari milik Keraton Yogyakarta di masa Raja Sri Sultan Hamengkubuwono II,” ujarnya

Fajar mengungkapkan, jumlah total jarahan pemerintah Inggris dari informasi yang dia terima yakni 57.000 ton emas.

“Kami meminta agar emas tersebut dikembalikan kepada pihak Keraton atau para keturunan dari Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono II,” tegasnya. 

Ia pun meminta dan mendesak kepada Presiden RI Jokowi agar membantu pengembalian aset dan harta benda milik HB II yang dijarah Inggris dalam Perang Sapehi.

Kata Sejarawan

Sejarawan sekaligus penulis buku ‘Geger Sepoy’, Lilik Suharmaji mengatakan perang yang oleh orang Jawa disebut Perang Sepehi itu terjadi pada 1812. Kala itu Inggris mulanya menyerang Palembang pada 1811 lalu berlanjut menyerang Jawa yang kala itu dikuasai Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels.

“Karena Daendels kalah lalu jenderal dijabat Jensen (Jan Willem Jensen) dan Inggris menguasai Jawa,” terang Lilik saat dihubungi wartawan, Rabu (29/7).

Selama perang itu berlangsung terjadi sejumlah perampasan mulai dari manuskrip, karya-karya intelektual hingga perhiasan. Penjarahan itu pun juga terjadi di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Jadi setelah perang itu, karya-karya intelektual Keraton Yogyakarta habis dijarah semua,” terang Lilik.

Lilik pun membantah klaim trah Raja Yogya HB II soal 57 ribu ton emas yang dijarah Inggris. Menurutnya, kalau pun ada penjarahan emas milik keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan HB II saat itu, diyakini jumlahnya tak sebanyak itu.

“Selama saya meneliti itu tidak ada (57 ribu ton emas Keraton dijarah). Jadi yang dijarah adalah uang, manuskrip atau kekayaan intelektual, dan perhiasan milik Ratu Kencana Wulan, istri tercinta HB II,” jelas Lilik. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button