fbpx
Ekonomi & Bisnis

Hebatnya Indonesia, Setop Impor Bensin di 2030

JAKARTA, energibangsa.id—Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) terutama bensin, Indonesia masih mengandalkan dengan cara impor. Nah, kini, pemerintah menarget tak lagi impor pada 2030 mendatang.

Menurut laporan CNBC, Kamis 918/2/2021), hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Kata Arifin, kebutuhan minyak nasional pada 2030 hingga mencapai 1,55 juta barel. Hal itu setara minyak per hari (boepd), naik dari perkiraan tahun 2020 sebesar 1,13 juta boepd dan 1,35 juta boepd pada 2025.

Adapun impor bensin pada 2020 diperkirakan mencapai 381 ribu boepd dan 210 ribu boepd pada 2025.

Langkah kurangi impor!

Menteri ESDM mengatakan, beberapa langkah untuk menekan impor bensin ini antara lain melalui penambahan kapasitas kilang, konversi ke gas, hingga menggencarkan kendaraan listrik.

Program kendaraan listrik sudah diluncurkan pemerintah sejak Desember 2020 lalu. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi impor BBM.

“Ditargetkan bahwa kita akan produksi 2 juta mobil dan 13 juta motor listrik pada 2030,” kata Arifin dalam webinar, Kamis (18/02/2021).

Berdasarkan data Arifin, penambangan kilang dilakukan dengan membangun satu kilang baru dan empat kilang pengembangan (Refinery Development Master Plan/ RDMP). Sementara gas ditargetkan dikonsumsi 440 ribu kendaraan, 257 unit kapal.

“Untuk menjalankan ini diperlukan insentif,” ujarnya.

Kebanyakan impor!

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pada 2019 Indonesia masih impor bensin 19 juta kl, sementara konsumsinya 35 juta kl.

Lalu untuk solar, impornya sebesar 3,9 juta kl, sedangkan konsumsinya 29 juta kl. Untuk BBM berjenis Avtur, menurutnya, kebutuhan impor semakin tipis yakni dari kebutuhan 5 juta kl, impornya hanya 280 ribu kl.

“Jadi, impornya sudah kebanyakan. Sekarang kita upaya cari alternatif untuk BBM jenis bensin ini. Tapi hampir tidak ada kemajuan yang berarti,” ungkapnya dalam dalam Webinar Peluang dan Tantangan Substitusi BBM di Sektor Transportasi, Kamis (07/01/2021), seperti dikutip dari CNBC.

Menurut Dadan, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan impor BBM, terutama bensin.

Bahkan, Kementerian ESDM menurutnya memiliki target sebelum tahun 2030 tidak ada lagi impor bensin.

“BBM jenis bensin, sebelum tahun 2030 tidak ada lagi impor bensin,” tegasnya. (*)

Related Articles

Back to top button