Otomotif

Nyetir Mobil Gaya “Nyebok” Tak Disarankan! Hati-hati, Bahaya

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Ketika sedang mengendarai mobil dibutuhkan konsentrasi dan sikap waspada. Hal ini dilakukan agar selama berkendara tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain membutuhkan konsentrasi, pada saat mengendarai mobil juga tentunya membutuhkan skill mengemudi yang wajib diketahui oleh pengemudi.

Terdapat beberapa trik yang dapat digunakan pengemudi, baik dari yang paling dianjurkan hingga tidak dianjurkan.

Gaya dalam menyetir

Aan Gandhi Mulia Pawarna, seorang Trainer Director Global Defensive Driving Center (GDDC) mengungkapkan jika ada 3 gaya untuk memegang stir.

Pertama, dari semua teknik memegang setir yang paling benar adalah tepat di arah jam 9 dan jam 3. Di arah jam 9 merupakan letak tangan kiri dan arah jam 3 adalah letak tangan kanan.

Menurut Aan, daripada posisi arah di jam 10 dan jam 2, posisi arah jam 9 dan jam 3 dianggap lebih luwes.

“Dalam kemampuan berkendara, pastikan posisi kemudi harus di arah jam 9 dan jam 3, jika setir mobilnya lebih kecil bisa di arah jam 10 dan jam 2. Tangan kanan di jam 3 dan tangan kiri di jam 9. Begitu juga untuk yang arah jam 10 dan jam 2”.

Posisi tangan ketika berbelok

Dalam diskusi virtual 75 Tahun RI yang bertajuk ‘Sudahkah Kita Merdeka di Jalan Raya’ tersebut, Aan juga mengungkapkan pada saat hendak berbelok, pengemudi memiliki dua opsi yang dianjurkan yaitu pull and push, dan hand over hand.

Prinsip dasar dari pull and push sendiri yaitu salah satu tangan digunakan untuk menarik setir saat berbelok, kemudian tangan yang lain dipakai untuk mendorong setir.

Sedangkan pada hand over hand, pada saat memutar setir posisi satu tangan disilangkan di atas tangan lainnya.

Yang tidak disarankan

Aan juga menambahkan jika mengemudi menggunakan satu tangan sangat tidak disarankan. Kemudian dengan posisi satu tangan yang masuk ke dalam setir sembari tangan yang lain mendorong ke arah yang sama

“Ada dua posisi menyetir yang tidak disarankan. Ketika kita hendak belok, posisi tangan yang satu masuk ke dalam, istilahnya kayak ingin ‘nyebok’. Sedangkan posisi yang satunya itu satu tangan (dimana telapak tangan dalam keadaan terbuka kemudian diletakkan di atas setir, dengan posisi itu membuat gerakan memutar sembari memberikan tekanan ke setir) yang istilahnya ‘cuci piring’. Dua posisi itu yang akan lebih baik jika dihindari, kalau bisa ya mulai diubah juga,’ tandasnya.

Defensive driving

Senior In Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia), Sony Susmana, juga menyatakan jika menyetir mobil tidak hanya perihal menginjak pedal gas, rem, dan memutar setir. Ada baiknya jika pengemudi juga memiliki keterampilan defensive driving.

Sony mengungkapkan jika defensive driving merupakan perilaku mengemudi yang mengedepankan sisi proaktif, sehingga adanya potensi bahaya dapat dicegah dan meminimalisir potensi kecelakaan.

Hal tersebut berkebalikan dengan aggressive driving. Tipe berkendara seperti ini biasanya didominasi oleh green driver, yang biasanya didominasi oleh pengemudi berusia muda dengan jam terbangnya sedikit.

Apabila para pengemudi banyak yang menerapkan defensive driving, maka kecelakaan di jalan pun dapat diminimalisir, pengemudi juga senantiasa aman saat mengemudi.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button