fbpx
Kesehatan

Hasil Test Antigen: Positif dan Reaktif, Apa Bedanya?

SEMARANG, energibangsa.idBanyak istilah seputar Covid-19 yang membuat bingung. Salah satunya terkait hasil rapid test antigen yang disebut sebagai positif-negatif hingga reaktif atau non reaktif.

Selama ini, hasil positif atau negatif berasal dari test polymerase chain reaction atau PCR swab. Sementara itu, hasil reaktif atau non reaktif didapat dari rapid test antibodi atau serologi.

Mengutip detik.com, Jumat (25/11) untuk rapid test antigen terbilang unik. Hal ini berbeda dengan rapid test pada umumnya yang mendeteksi antibodi atau jejak respons imun. Jenis tes ini mendeteksi antigen yang merupakan material genetik virus itu sendiri.

Oleh sebab itu, hasilnya lebih mirip tes PCR. Pengambilan sampelnya pun mirip PCR, yakni menggunakan swab hidung atau tenggorokan.

“Tes antigen itu kan langsung virusnya yang dicari. Jadi lebih tepat positif atau negatif. Sama seperti PCR, kalau PCR kan deteksi materi genetik di virus jadi bukan bayangannya (antibodi),” ungkap pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo.

Kenapa disebut rapid test?

Pertanyaan lainnya adalah kenapa disebut rapid test jika lebih mirip tes PCR dan cara kerjanya berbeda dengan rapid test antibodi?

Rapid merujuk pada proses pemeriksaan yang lebih cepat dibanding tes PCR. Jika tes PCR membutuhkan proses berjam-jam, rapid test antigen hanya butuh 15 menit.

Di beberapa negara, istilah rapid itu sendiri, pada rapid test antigen mulai ditinggalkan untuk membedakannya dari rapid test antibodi.

Bahkan, jenis tes ini diproyeksikan jadi standar tes untuk mendiagnosis Covid-19, seperti halnya tes PCR, meski sensitivitasnya diakui lebih rendah dari PCR.

Istilah reaktif-non reaktif

Selanjutnya, apa artinya istilah reaktif dan non reaktif pada rapid test antibodi? Harus dipahami bahwa rapid test antibodi atau serologi tidak mendeteksi virusnya langsung melainkan respons sistem imun yakni antibodi.

Hasil yang didapat tidak menunjukkan status infeksi secara langsung. Melainkan riwayat pernah atau tidaknya seseorang terinfeksi.

“Jadi antibodi itu rekam jejak, ketika orang ini pernah terpapar atau pernah sembuh, itu dia mendeteksi rekam jejak, yaitu antibodi, makanya disebut bereaksi atau nggak bereaksi,” jelas Ahmad.

Kesimpulannya, hasil rapid test antigen yang benar dinyatakan sebagai positif atau negatif dan bukan reaktif atau non reaktif. (*)

Related Articles

Back to top button