fbpx
Gaya HidupRagam Bangsa

Hasil Studi: Kaum Milenial Betah Melajang Karena Tak Punya Uang Untuk Pacaran

ENERGIBANGSA.ID – Hidup memang penuh dengan kejutan. Saat masih kecil, kita sering melihat orang dewasa berpacaran. Namun setelah dewasa kita malah melihat anak kecil sudah berpacaran. Di sisi lain, orang dewasa hanya bisa meneguk es kopi sambil meratapi kisah asmara yang dimiliki.

Ya, saat ini nampaknya populasi jomlo di Indonesia semakin bertambah banyak. Bahkan ada yang menyebut bahwa milenial adalah golongan yang sulit untuk menjalin kisah cinta. Selain sulit menemukan seseorang yang “klik” di hati, milenial sulit mendapat pacar karena tidak punya uang.

[Baca juga: Menikah Muda, Yes or No?]

Ada yang setuju dengan pernyataan tersebut? Jika tidak, coba perhatikan informasi yang akan diberikan oleh Tim Energi Bangsa berikut ini.

Pernyatan milenial tidak mampu pacaran karena tidak punya uang telah dijelaskan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh situs kencan Match, baru-baru ini.

Tak tanggung-tanggung, penelitian itu sampai melibatkan lebih dari lima ribu anak milenial yang menyandang gelar jomlowan dan jomlowati di Amerika Serikat.

Penelitian tersebut mendapatkan hasil bahwa mayoritas responden sangat menginginkan adanya romansa asmara dalam hidupnya. Kaum milenial sangat ingin memiliki kekasih untuk berbagi kisah suka duka, namun secara mengejutkan ternyata sepertiga dari mereka mengaku tidak bisa mewujudkan hasratnya itu karena terbentur masalah finansial.

Mereka berpendapat bahwa biaya pacaran saat ini sangat mahal. Sehingga perlu beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk memacari anak orang.

Hal itu semakin diperkuat dengan temuan bahwa 20 persen milenial mengaku harus mencapai tingkat kestabilan finansial dalam level tertentu dulu sebelum menjalin hubungan yang serius. Sementara 23 persen lainnya juga berpendapat baru akan memulai mencari pacar setelah menapaki tingkat karir tertentu.

Meski kesulitan dalam perihal finansial, sisi positifnya generasi milenial tetap yakin akan berhasil menemukan cinta yang mereka inginkan.

[Baca juga: Jangan Heran, Inilah Alasan Perempuan Lebih Suka Pacaran dengan Brondong]

Tim Energi Bangsa lantas mencoba membuat perhitungan perkiraan biaya pacaran di Indonesia.

Anggap saja biaya bensin yang dikeluarkan untuk antar-jemput pacar menggunakan kendaraan roda dua adalah Rp15.000. Kemudian lazimnya aktivitas pacaran adalah pergi nonton film bersama saat akhir pekan dengan harga Rp50.000 untuk satu tiket, sehingga biaya nonton adalah Rp100.000 untuk dua orang.

Setelah nonton, biasanya rasa lapar akan datang menghampiri. Jika makan berdua di mal, kita harus menyiapkan uang Rp200.000 sebagai batas aman karena harga makanan di mal tergolong tidak murah. Jika makan di luar, biaya makan ini bisa dipangkas hingga Rp100.000.

[Baca juga: Kata Peneliti, Punya Pacar Bikin Berat Badan Naik! Kok Bisa?]

Itu adalah kira-kira biaya pacaran untuk minggu pertama. Namun pacaran tidak melulu tentang nonton film dan makan bersama. Bisa juga jalan-jalan ke tempat wisata, nonton konser, dan lainnya sehingga biayanya fluktuatif.

Tapi sebenarnya biaya-biaya tersebut tidak hanya dibebankan pada satu pihak saja. Kalian bisa membuat kesepakatan siapa yang membayar makan, siapa yang membayar tiket nonton secara bergantian. Sehingga tidak hanya memberatkan salah satu pihak saja.

Selain itu, biaya pacaran juga bisa dibuat menjadi lebih hemat dan bermanfaat jika diisi dengan kegiatan yang tepat. Misalnya mengobrol di teras rumah membahas ilmu sains mengapa jumlah nyamuk sangat banyak meski sudah dibasmi? Apakah nyamuk tidak mengikuti program KB dari pemerintah?

Lalu mengupas isu-isu terkini sambil mendengar lagu indie, berlomba-lomba membuat konten viral di Instagram, bersama-sama mengikuti kelas pengembangan skills, membahas buku yang sedang dibaca akhir-akhir ini, atau saling berbagi rencana masa depan.

Jadi apakah Sobat Energi termasuk dalam kaum milenial yang menunda memiliki pacar karena tidak punya uang?

Related Articles

Back to top button