fbpx
Ekonomi & Bisnis

Halo, Masyarakat! Pertamini Sekarang Punya Saingan, Simak!

SEMARANG, energibangsa.id—Pertashop alias SPBU Mini PT Pertamina (Persero) memiliki pesaing. Ia adalah SPBU mini yang dikembangkan Exxonmobil. Melansir laporan detikfinance, Kamis (28/1/2021) berikut faktanya:

1. Ada 565 SPBU Mini Pesaing Pertashop

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, Pertamina berencana membangun 10.000 Pertashop sampai 2024. Hingga saat ini baru terealisasi 1.088 lokasi.

“Pertashop dalam program Pertamina yang kami dapat infonya akan dibangun 10.000 samai tahun 2024. Hari ini data yang kami dapat baru 1.088 lokasi yang dibangun,” katanya, Rabu (27/1/2021) lalu.

Dia melanjutkan, pesaingnya Exxonmobil bekerja sama dengan Indomobil telah membangun SPBU mini di 565 lokasi.

“Sementara saingannya Exxon, microsite yang bekerja sama Indomobil sudah membangun di 565 lokasi,” katanya.

2. Tantangan Pertamina

Menurutnya, ini tantangan Pertamina ke depan untuk mempercepat pembangunan Pertashop. Dia melanjutkan, semakin banyak Pertashop maka konversi BBM akan semakin banyak.

“Ini tantangan kepada BUMN Pertamina untuk mengakselerasi percepatan pembangun (SPBU ini) Pertashop ini di mana ini non subsidi, keekonomian kalau ini makin banyak,” terangnya.

“Maka konversi penggunaan Premium menggunakan Pertashop akan lebih banyak maka akan mengurangi beban pemerintah dana kompensasi di Premium tadi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi dan produk Pertamina ritel lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

3. Hadir di 4 Provinsi

Fanshurullah sebelumnya mengatakan SPBU mini Exxonmobil hanya ada di 4 provinsi di Pulau Jawa dengan konsentrasi di Jawa Barat dan Banten. Ia pun menyoroti kurangnya pemerataan pertumbuhan microsite tersebut.

“Bangun juga di luar Pulau Jawa, jangan hanya menumpuk di Jabar dan Banten, seperti yang telah dilakukan Pertamina di 1088 lokasi”, ujarnya, Selasa (29/11/2020).

“Banyak juga lokasi di luar Jawa yang secara tekno ekonomi layak dan menguntungkan,” imbuhnya. (*)

Related Articles

Back to top button