fbpx
Lewat ke baris perkakas
InternasionalKabar IndonesiaNasional

Perjanjian MLA Indonesia-Swiss Sudah Ditandatangani, 7000 Triliun Uang Koruptor di Swiss Bisa Ditarik Jokowi

ENERGIBANGSA.ID – Pemerintah Indonesia bersama Konfederasi Swiss resmi menandatangani perjanjian bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana atau Mutual Legal Assistance (MLA).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly bersama Kepala Departemen Peradilan dan Kepolisian Federal Swiss Karin Keller Sutter di Bern, Senin (4/2) Februari 2019.

Yasonna menyambut baik penandatanganan ini. Menurutnya, perjanjian MLA ini sejalan dengan program Nawacita pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. “Perjanjian MLA ini ditandatangani sejalan dengan program Nawacita dan arahan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan. Di antaranya pada peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia pada 2018,” ujar Yasonna sebagaimana dalam siaran pers yang diterima hukumonline.com

“Presiden Jokowi menekankan bahwa pentingnya perjanjian ini sebagai platform kerjasama hukum. Khususnya dalam upaya pemerintah melakukan pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi atau asset recovery,” tambahnya.

Yasonna menambahkan, bahwa Perjanjian MLA Indonesia-Swiss menjadi sejarah keberhasilan diplomasi yang sangat penting. Juga merupakan capaian kerjasama bantuan timbal balik pidana yang luar biasa. “Swiss merupakan financial center terbesar di Eropa,” tuturnya.

Kepala Jurusan Hubungan Internasional UNWAHAS, Ismiyatun, berpendapat bahwa prinsip yang ada di dalam MLA memungkinkan untuk menjangkau tindak pidana yang telah dilakukan sebelum berlakunya perjanjian. Sepanjang putusan pengadilannya belum dilaksanakan.

“Diplomasi ini merupakan sebuah prestasi besar, dengan ini Pak Jokowi sangat berpeluang untuk menarik dana Indonesia yang ada di sana (Swiss),” ujar Ismiyatun kepada EnergiBangsa.id (red)

Related Articles

Back to top button