fbpx
Daerah

Hadapi Masa Pandemi, Menaker Serahkan Bantuan ke Petani Magelang

ENERGIBANGSA.ID (Magelang) – Bantuan program Padat Karya di sektor pertanian diberikan Kementerian Ketenagakerjaan kepada 25 kelompok tani yang tergabung dalam Paguyuban Pertanian Merbabu. 

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah di Magelang, Jawa Tengah untuk membantu petani dan pekerja tani menghadapi dinamika masa pandemi.

“Kami punya program padat karya produktif dan padat karya infrastruktur dengan total penerima 107.000 orang. Di antara program padat karya produktif itu ada program padat karya pertanian,” katanya di Magelang, Selasa (01/9)

Program Padat Karya sendiri bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan berkelanjutan sehingga diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan setengah penganggur.

Selain itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan program padat karya juga untuk ketahanan pangan.

“Jadi kami mengharapkan program padat karya produktif untuk pengembangan pertanian sebagai upaya kita agar memiliki ketahanan pangan yang baik,” kata Ida.

Berdasarkan data Kemnaker RI dan BPJAMSOSTEK periode April 2020 – 27 Mei 2020, ada 1.757.464 orang pekerja formal dan informal yang terdampak COVID-19.

Mereka sangat membutuhkan perhatian dan bantuan stimulan dari pemerintah untuk memberikan dampak positif dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat

Bahkan, akibat pandemi COVID-19 pengangguran naik. Sebenarnya pengangguran sudah turun, per Februari 2020 secara nasional pengangguran turun dari semula 7.050.000 menjadi 6.800.000 orang.

Akan tetapi, tatkala pandemi menghampiri Indonesia, dampaknya pada sektor ketenagakerjaan luar biasa dan data yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan total pekerja yang di-PHK dan dirumahkan mencapai 3,5 juta orang.

“Jika ditambah 6,8 juta pengangguran menjadi sangat signifikan jumlahnya mencapai 10,3 juta,” katanya.

Kemnaker terus berupaya menekan angka kemiskinan dan menyejahterakan petani melalui program ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menghendaki program Padat Karya berbasis pertanian menjadi ujung tombak untuk menekan angka kemiskinan, khususnya di desa dan mengangkat kesejahteraan petani.

“Sektor pertanian ini mempunyai peran penting dalam pembangunan. Ini karena selain menyediakan pangan bagi masyarakat, pertanian juga menjadi sektor penggerak perekonomian, terutama di desa,” jelas Ida.

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri menurut pantauan tim energibangsa.id, telah merumuskan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja yang disebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Data BPS sejak 2015-2019 menyebutkan TPT menurun 0,9 persen poin.

Tak hanya itu, Ida mengatakan struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada 2019 masih didominasi 3 lapangan pekerjaan utama, yakni pertanian sebesar 27,3%, perdagangan sebesar 18,81%, dan industri pengolahan sebesar 14,96%.

Ia berharap program ini bisa menyentuh langsung kebutuhan publik sehingga bisa memberikan peningkatan produksi pertanian, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan lapangan kerja.

“Program padat karya ini selain menyejahterakan petani juga bisa menjadi dorongan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ucap Ida dilansir dari detik.com.

Meski demikian, mantan calon wakil gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu menjelaskan upaya pemberdayaan masyarakat penganggur ter-PHK dan dirumahkan akibat COVID-19 supaya menjadi petani produktif tidak bisa dilakukan sendiri,

Hal itu harus ada sinergi dengan para stakeholder. Pihaknya meminta kepala daerah bersama Kementerian Ketenagakerjaan untuk menekan tingkat pengangguran yang ada di daerah dengan Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja.

“Kegiatan padat karya ini diharapkan dapat mempunyai efek ganda (multiplier effect) yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang lebih permanen,” pungkasnya. (Gilban/ EB)

Related Articles

Back to top button